Breaking News:

Berita Salatiga

Pemkot Salatiga Pacu Sektor Pariwisata Melalui Desa Wisata

Pemerintah Kota Salatiga mendorong pertumbuhan di sektor pariwisata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong masyarakat

Penulis: hermawan Endra | Editor: Catur waskito Edy
hermawan endra
Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga di Kayu Arum resort, Selasa-Kamis (12-14/10). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota Salatiga mendorong pertumbuhan di sektor pariwisata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong masyarakat untuk membentuk desa wisata.

Wali Kota Salatiga Yuliyantom, SE., MM., mengatakan, wisata tidak melulu yang memiliki pantai, gunung, ataupun candi. Banyak negara yang tidak memiliki potensi alam tapi mampu menggerakkan potensi yang ada.

“Contohnya Kelurahan Kauman Kidul punyanya cuma sawah, bisa memanfaatkan sawah tersebut. Saya ke Kauman kidul lebih dari 10 kali, maksudnya untuk mendorong masyarakat untuk membentuk desa wisata. Saya akan terus mendorong masyarakat melalui Pokdarwis, karang taruna, dan juga pemerintah kelurahan dalam menjalanka program tersebut. Saya berharap di setiap kelurahan bisa memiliki desa wisata,” papar Yuliyanto.

Melalui pembentukan desa wisata harapannya mampu menggerakkan roda ekonomi. Sebagai contoh jika ada 10 UMKM yang aktif akan memberikan dampak ekonomi.

Menurutnya, pengembangan wisata di desa, kuncinya adalah wisata berbasis masyarakat. Semua harus terlibat, karena masyarakat juga berperan maka akan mendapatkan manfaat.

"Kenapa perlu pemberdayaan masyarakat, memang ada masyarakat yang apatis. Pemberdayaan diperlukan agar rasa kebersamaan dan rasa memiliki muncul. Selain itu tips selanjutnya adalah dengan cara menggali potensi yang biasa dijual, penyiapan infrastruktur, dan promosi,” tambah wali kota, dalam Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga di Kayu Arum resort, Selasa (12/10).

Ia meminta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk tidak perlu berkecil hati dalam mengelola potensi wisata yang ada di wilayahnya. Wali kota menyemangati pegiat desa wisata tersebut karena meski di tengah pandemi tetap terus berinovasi.

Sementara itu, Kepala Disudpar Kota Salatiga, Valentino Tanto Haribowo mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan pengelolaan desa wisata dilaksanakan untuk menggairahkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan desa wisata.

“40 peserta kami ikutkan dalam kegiatan ini. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari sejak hari ini, pada hari kedua akan dilaksanakan kunjungan lapangan ke Sitalang Kauman Kidul, dan pada hari ke tiga akan dilaksanakan study lapangan di Desa Wisata Lerep Ungaran. Semoga kegiatan ini mampu memberikan semangat bagi peserta,” terangnya.

Kabid Pariwisata Disudpar Kota Salatiga Nugroho Prasetyaningsih SE.,menambahkan bahwa pelatihan adalah dalam rangka menyiapkan pariwisata di Kota Salatiga agar menarik pengunjung baik dari Salatiga maupun luar Salatiga. Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan pelaku pariwisata dalam menggali potensi di wilayahnya masing-masing.

"Selanjutnya  meningkatkan ekonomi dan menjaga budaya lokal, peserta akan mendapatkan sertfikat pelatihan bagi peserta yang mengikuti hingga akhir. Berkenan menjadi keynote speaker Bapak Wali Kota Salatiga. Selanjutnya pemateri adalah: Eko Seno HRM, SE, MM, PFC motivator dan Staf Ahli DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Sucahyono dari unsur profesional, dan Napoleon Bastian Christy Wauran juga dari praktisi,” Nugroho Prasetyaningsih melaporkan.(*)

Baca juga: Kecelakaan Beruntun 4 Bus Peziarah di Tol Tangerang-Merak Banten: 1 Tewas, 18 Luka-Luka

Baca juga: Chord Gitar Biarkan Ku Menggapaimu (Bintang) Anima

Baca juga: Hasil BRI Liga 1 2021 Persipura Jayapura Vs Persebaya Surabaya: Bajul Ijo Menang 3-1

Baca juga: Kaesang Pangarep Sebut Uangnya Lebih Banyak dari Jokowi, Siap Beli Pabrik Sang Ayah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved