Breaking News:

Berita Nasional

Penjelasan BMKG soal Suhu Tinggi di Sejumlah Daerah di Indonesia: Bukan Gelombang Panas

BMKG menyatakan, kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas.

Tribun Jateng/Desta
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Pesan berantai yang menyebut gelombang panas sedang melanda Indonesia beredar di media sosial dan WhatsApp.

Disebutkan, cuaca sangat panas serta suhu tinggi mencapai 40 derajat celcius dan dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), informasi tersebut tidak tidak benar atau hoaks.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Leicester Vs Manchester United Liga Inggris, Ronaldo Jadi Ujung Tombak Lagi

Berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Tercatat suhu lebih dari 36 °C terjadi di Medan, Deli Serdang, Jatiwangi dan Semarang pada catatan meteorologis tanggal 14 Oktober 2021.

Di media sosial dan whatsapp beredar pesan berantai yang menyebut gelombang panas kini melanda Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan informasi tersebut adalah tidak tepat dan tidak benar atau hoak. (bmkg.go.id)
Di media sosial dan whatsapp beredar pesan berantai yang menyebut gelombang panas kini melanda Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan informasi tersebut adalah tidak tepat dan tidak benar atau hoak. (bmkg.go.id) (Tribunnews.com/Istimewa)

Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I, Medan yaitu 37,0 °C.

Namun menurut catatan BMKG, suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini.

BMKG menyatakan, kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas.

Menurut BMKG, gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi.

 
Sedangkan wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator (khatulistiwa) yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved