Breaking News:

Berita Solo

Wali Kota Gibran Sebut Pernyataan Rudy Tenangkan Kisruh Banteng Vs Celeng di PDI-P

Wali Kota Solo Gibran ikut memberi tanggapan terkait kisruh banteng vs celeng.

Editor: sujarwo
Tribun Jateng/ Muhammad Sholekan
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat memberikan keterangan kepada wartawan ketika meninjau vaksinasi di Poltekes Solo, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ikut memberi tanggapan terkait kisruh banteng vs celeng.

Sebutan celeng dilontarkan oleh Bambang Pacul kepada para kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang mendukung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku, jika pernyataan Ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo sudah cukup menenangkan.

"Bukan soal mendukung mendukung atau apa, Pak Ganjar kan atas saya Gubernur kalau mau apa-apa konsultasikan dulu," ujar Gibran dikutip dari Tribunsolo.com, Jumat (15/10/2021).

Dia berharap kisruh kader celeng dan banteng tidak sampai berlarut-larut.

"Saya fokus penanganan Covid-19 dulu, Pilpres 2024 masih lama," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Solo FX Hadi Rudyatmo menanggapi sindiran Ketua DPD PDI-P Jateng, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, soal kader celeng.

"Menurut saya (Bambang Pacul) kok tidak pernah memakai logika berpikir," kata Rudy saat ditemui wartawan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/10/2021).

Rudy menyampaikan, istilah celeng bagi kader PDI-P pendukung Ganjar Pranowo sebagai capres dapat diambil sisi positif.

"Kalau bagi saya lebih mengambil pada pesan dari orangtua. Nek mlaku mbok yo ojo koyo celeng (kalau berjalan jangan seperti celeng) jalannya celeng itu kan lurus. Sehingga kalau yang mendeklarasikan itu sebetulnya tegak lurus. Apa pun yang dilakukan sekarang kalau ketua umum sudah memutuskan A pasti celeng-celeng ini juga ikut A," terang Rudy.

Dia mengatakan, tidak perlu menanggapi deklarasi-deklarasi capres siapa pun. Karena pemilihan presiden tidak hanya PDI-P yang memilih, tetapi rakyat Indonesia.

"Saya berharap sudahlah tidak perlu mengomentari deklarasi-deklarasi siapa pun, karena yang namanya pemilihan presiden tidak hanya PDI-P yang memilih, yang memilih rakyat Indonesia yang jumlahnya 250 juta," ungkap mantan Wali Kota Solo dua periode ini.

Rudy sendiri lebih senang dengan sebutan banteng celeng. Menurut dia, kader banteng celeng justru yang tegak lurus.

"Jadi jangan putus asa, jangan sakit hati bagi teman-teman yang deklarasi dikatakan celeng. Bahkan, celeng ini diambil positifnya saja, yang namanya kader yang tegak lurus seperti celeng itulah PDI-P yang sesungguhnya. Bukan banteng celengan. Kalau banteng celengan hasil berpikir bagaimana mengumpulkan pundi-pundi," tambah dia. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved