Breaking News:

Berita Semarang

Lestarikan Tradisi Budaya Jawa di Tengah Gempuran Teknologi, Didik Ajak Anak-anak Mengenal Gamelan

Balai pertemuan di RW 01 Keluarahan Kalipancur, Semarang dipadati anak-anak.

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMAR

Sejumlah anak tengah serius memainkan alat musik gamelan di gedung pertemuan RW 01 Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Minggu (17/10/2021) sore.
Sejumlah anak tengah serius memainkan alat musik gamelan di gedung pertemuan RW 01 Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Minggu (17/10/2021) sore. (Tribun Jateng/Budi Susanto)

ANG - Balai pertemuan di RW 01 Keluarahan Kalipancur dipadati anak-anak.

Di sana, para bocah yang mayoritas berusia di bawah 10 tahun diajari memainkan gamelan dua kali dalam satu bulan.

Saat memainkan alat musik tradisional itu, tangan-tangan mungil para bocah meliuk-liuk.

Meski belum lama belajar, namun seolah mereka sudah mahir dalam mengombinasikan nada dari sejumlah alat musik jenis pukul tersebut.

Satu, dua, tiga, melalui instruksi sang pelatih, musik pun bergema memenuhi gedung pertemuan yang tak begitu besar tersebut.

Walaupun kurang senada dalam hal tempo musik, tapi anak-anak tetap berusaha menyeiramakan ketukan.

Grub gamelan yang berlatih di gedung pertemuan itu, merupakan satu di antara grub gamelan anak-anak yang tersisa di Kota Semarang.

Dengan jargon “Nguri-nguri Budaya Jawa” tradisi tersebut tetap eksis di tengah masifnya penggunaan gadget di kalangan anak-anak.

Gamelan yang digunakan dalam latihan merupakan alat milik warga RW 01 yang sudah ada sejak lama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved