Breaking News:

Berita Kendal

Peternak Ayam Petelur di Kendal Berjibaku untuk Pertahankan Usahanya hingga Pasrah

Harga dan serapan telur tak membaik picu memburuknya perekonomian peternak ayam petelur.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Peternak ayam petelur di Kecamatan Patean Kendal sedang mengambil telur dari kandang, Minggu (17/10/2021). 

"Saya punya populasi ayam 10.000 masih coba saya pertahankan, meskipun sudah kehabisan modal. Bibi saya punya 20.000 ekor habis sudah dijual," terangnya di Kendal, Minggu (17/10/2021).

Menurut Rila, kondisi sulit yang dihadapi peternak saat ini benar-benar kompleks. 

Pendapatan turun drastis selama 4 bulan terakhir karena harga telur anjlog jauh di bawah harga ideal.

Hal itu dipicu serapan telur yang minim akibat adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama pandemi Covid-19.

Kondisi ini diperburuk karena peternak mulai kesulitan mencari pakan ternak dari bahan pokok jagung.

"Sampai saat ini, janji pemerintah melalui Bulog untuk menyuplai pakan ternak, zonk. Uangnya ada di koperasi kami, barangnya gak ada. Harga telur juga tak kunjung naik. Kami pasrah dengan kondisi," kata Rila.

Perempuan 36 asal Kabupaten Temanggung ini ingin Presiden RI Joko Widodo mendengar apa yang menjadi kesusahan peternak ayam petelur.

Dia ingin ada lagkah pasti yang bisa membantu peternak keluar dari masa sulit. Bukan sebuah janji yang tak kunjung direalisasi.

"Gak tahu lagi mau menyelamatkan usaha ini seperti apa. Dampak yang saya rasakan, nomer satu kehabisan dana operasional kasih pakan ayam, nombok terus. Kekurangan modal beli bahan baku dan bayar karyawan. Gak tahu lagi akan sampai kapan," terangnya.

Rila menjelaskan, harga telur semakin turun menyentuh Rp 13.500 per kilogram. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved