Breaking News:

Berita Sragen

PMI Sragen Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Mondokan Sragen

Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen salurkan bantuan kepada dua keluarga korban kebakaran rumah hunian di Dukuh Prungkap

Istimewa/PMI Sragen
PMI Sragen salurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Dukuh Prungkap, RT 06, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Sragen, Minggu (17/10/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen salurkan bantuan kepada dua keluarga korban kebakaran rumah hunian di Dukuh Prungkap, RT 06, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Sragen.

Kedua keluarga tersebut ialah pasangan suami istri (pasutri) Pono (65) dan Wagiyem (54) dan Suratno (40) beserta satu anaknya Ari Wibowo (18).

Ketua PMI Sragen, Ismail Joko Sutrisno mengatakan bantuan berupa non pangan seperti uang tunai, satu paket hygent kit, satu matras dan 4 paket PHBS.

Ismail melanjutkan bantuan tersebut disalurkan relawan PMI Sragen langsung kepada korban pada Minggu (17/10/2021).

"Bantuan kami serahkan pagi tadi. Kami sampaikan bantuan tersebut dari PMI Sragen bersumber dari Bulan Dana PMI 2021," kata Ismail.

Sebelumnya kebakaran hunian terjadi pada Sabtu (16/10/2021) pukul  23.30 WIB. Kebakaran ini mengakibatkan kerusakan berat pada dua rumah korban dan rusak ringan pada satu korban lainnya.

Kerusakan parah pada dua hunian tersebut membakar seluruh isi rumah sementara satu rumah kerusakan ringan di bagian dapur milik  Sutaryo.

Informasi yang dihimpun Tribunjateng.com penyebab kebakaran ialah dari konsleting listrik, api dapat terkondisi hampir dua jam setelah awal kebakaran yakni pada pukul 01.46 WIB.

Peristiwa nahas tersebut diketahui saat Wagiyem, istri Pono, mendengar suara letupan bambu yang terbakar di rumah semi permanen milik Suratno yang berdekatan dengan rumahnya.

Rumah Suratno pada malam itu kosong karena ditinggal ke luar kota. Sesaat kemudian listrik padam dan api sudah menghanguskan rumah Suratno. Angin yang cukup kencang membuat api merembet dan membesar mengenai rumah Pono.

Selain dua rumah mengalami kerusakan berat dan satu rumah mengalami kerusakan ringan pada atap dapur satu unit sepeda motor juga ikut terbakar.

Saat ini keluarga Suratno dan Pono mengungsi ke rumah kerabat terdekat, mengingat rumah keduanya tidak bisa ditempati.

Atas kejadian ini, Ismail turut menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap benda-benda yang mudah terbakar yang bisa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.

Jika rumah ditinggal, pastikan bahwa rumah yang kosong dalam keadaan aman dari aliran listrik. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved