Breaking News:

Guru Berkarya

Asyiknya Menulis Puisi dengan Webbing

Kemampuan menulis siswa di Sekolah Dasar diajarkan melalui kegiatan penciptaan karya sastra berupa prosa, puisi, dan drama anak.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Rusmi SPd, Guru SDN Pulorejo 01 Kec Winong  Kab Pati 

Oleh: Rusmi SPd, Guru SDN Pulorejo 01 Kec Winong  Kab Pati

BANYAK anak usia SD yang pintar bicara tetapi kesulitan dalam menulis. Kemampuan menulis siswa di sekolah dasar diajarkan melalui kegiatan penciptaan karya sastra berupa prosa, puisi, dan drama anak. Dengan demikian apresiasi karya satra yang bersifat produktif adalah penciptaan karya sastra berupa prosa, puisi, dan drama.

Waluyo, ( 1987 : 25 ) menyatakan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memgkonsentrasikan struktur fisik dan struktur batinnya. Puisi merupakan salah satu karya satra yang di pelajari di Sekolah Dasar sejak kelas satu hingga kelas enam.

Namun pembelajaran menulis puisi sejak dini memang diperlukan untuk membentuk sikap dan kehalusan budi pekerti anak dengan memanfaatkan struktur bahasa , ejaan, kosa kata , menuangkan ide dan pemikirannya dengan kaidah-kaidah tertentu. Untuk bisa mengajarkan anak SD untuk bisa menulis puisi dengan baik diperlukan metode yang tepat.

Pada pembelajaran tematik SD yang menggunakan kurikulum 2013 dimana dalam proses pembelajarannya mengajak siswa untuk aktif dalam pembelajaran, dibutuhkan metode pembelajaran yang menarik. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis , proses pembelajaran tematik terutama materi menulis puisi di kelas 4 SD Negeri Pulorejo 01, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati menunjukkan hasil yang kurang maksimal.

Siswa masih kesulitan menulis puisi yang indah dengan susunan kata dan kalimat yang runtut . Mereka cenderung mengulang-ulang kata di beberapa bait. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan karena kurangnya penggunaan metode pembelajaran, kuranngnya interaksi antara guru dengan siswa , dan keterlibatan siswa yang kurang maksimal.

Atas dasar permasalahan tersebut, upaya yang dapat penulis lakukan untuk menumbuhkan minat dan hasil belajar siswa dalam materi menulis puisi yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran “Webbing “. Bromly dkk (dalam Wiesendanger , 2001 : 136) mengemukakan strategi webbing adalah grafis yang menunjukkan kategori-kategori informasi dan hubungan di antaranya.

Webbing merupakan model pembelajaran untuk mempermudah siswa mengembangkan pengetahuan dan pengalaman yang ada di pikirannya dalam bentuk visualisasi gambar dan tulisan. Sehingga membantu siswa berpikir secara sistematis dan terorganisasi dengan baik.

Langkah-langkah pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan metode Webbing antara lain : guru membagi siswa dalam beberapa kelompok , guru memberikan gambar atau tema, guru membantu siswa dengan pertanyaan pancingan agar siswa menemukan kata kunci yang berhubungan dengan tema. Kata kunci-kata kunci yang ditemukan kemudian dituliskan dalam kolom, tiap kata kunci kemudian dikembangkan menjadi beberapa kata atau kalimat dan rangkaian kalimat-kalimat tersebut kemudian disusun menjadi bait dan puisi yang utuh.

Penggunaan metode Webbing sangat efektif digunakan di SDN Pulorejo 01. Siswa terlihat antusias dan aktif dalam menulis puisi mereka masing-masing. Melalui metode Webbing siswa bisa menulis puisi dengan runtut , tidak berulang-ulang di setiap baitnya.

Siswa juga dilatih membuat karya berupa buku kumpulan puisi. Melalui metode “ Webbing “ akhirnya siswa mampu meningkatkan kreativitas melalui pengembangan proses kreatif  menuju suatu kesadaran dan pengembangan secara eksplisit yang mendukung kreativitas, dan menumbuhkan motivasi belajar siswa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved