Breaking News:

Berita Semarang

Cerita Rofiatun Lawan Perlakuan Diskriminasi dan Stigma Terhadap Disabilitas Intelektual Semarang

Masih ada disabilitas intelektual yang mendapatkan perlakuan tak manusiawi baik dari keluarga maupun warga di lingkungan sekitar.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Relawan Kelompok Difabel Ar Rizki, Rofiatun, melakukan kunjungan ke keluarga disabilitas intelektual di Rowosari, Tembalang, Kota Semarang, Selasa (28/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah, masih ada disabilitas intelektual yang mendapatkan perlakuan tak manusiawi baik dari keluarga maupun warga di lingkungan sekitar.

Cerita pertama, dialami oleh Zaenal Arifin (35) seorang disabilitas intelektual yang tinggal di Rowosari, Tembalang, Kota Semarang, yang mendapatkan perlakuan dari keluarga berupa pemasungan.

Ia ditempatkan di sebuah bangunan belakang rumah orangtuanya.

Bangunan itu lebih layak disebut sebagai gubuk lantaran dindingnya berupa kayu.

Luas bangunan itu tak lebih dari 3 meter x 3 meter.

Orangtuanya memasung disabilitas tersebut dengan alasan agar tak repot ketika anaknya mengamuk.

Makan, minum, buang air dan sebagainya hanya di ruangan tersebut.

Kakinya dipasang sebuah rantai yang membuatnya tak bisa bergerak.

Zainal otomatis  tak bisa berinteraksi dengan dunia luar.

Kesehariannya dihabiskan di dalam ruangan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved