Breaking News:

Berita Banjarnegara

Pendidikan Seks dan Kesehatan Reproduksi untuk Disabilitas Intelektual di Persimpangan Jalan

Mendidik siswa difabel intelektual masa pubertas jadi tantangan tersendiri bagi guru SLB. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Pengajaran untuk siswa difabel di SLB N Banjarnegara 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA -  Mendidik siswa difabel intelektual pada masa pubertas menjadi tantangan tersendiri bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB). 

Seperti siswa remaja pada umumnya, remaja disabilitas intelektual pun mengalami perubahan fisik dan emosi saat memasuki masa puber. 

Terlebih, di lingkungan sekolah yang heterogen, mereka biasa berinteraksi dengan lawan jenis, baik sesama pelajar maupun pendidik. 

Atut Yuliarni, Kepala SLB Negeri Banjarnegara memiliki pengalaman terkait itu. Pernah suatu ketika, seorang siswi disabilitas intelektual  menaruh hati kepada siswa, SA, yang merupakan kakak kelasnya.

Gadis itu bahkan setiap pagi rela menunggu di depan pintu gerbang sekolah,  untuk sekadar melihat cowok idamannya lewat. 

“Dia gak mau masuk gerbang kalau SY belum terlihat. Padahal kalau sudah lihat, hanya senyum-senyum saja, tidak menyapa,” katanya.

Dalam kasus lain, seorang siswa disabilitas diketahui punya kebiasaan menyimpang. Mulanya tidak ada yang tahu mengapa anak itu selalu ke kamar mandi setiap kali diajar gurunya yang cantik. 

Usut punya usut, setelah diintip, siswa difabel itu sedang memainkan organ vitalnya di kamar mandi.   

Pengalaman itu menunjukkan, anak berkebutuhan khusus  pun punya perasaan atau ketertarikan dengan lawan jenis. Lebih dari itu, mereka punya dorongan seksual karena adanya peningkatan hormon dalam tubuhnya. 

Hanya saja, keterbatasan inteligensi membuat mereka lebih sulit, bahkan bingung dalam mengenali gejolak pubertas serta cara menyikapinya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved