Breaking News:

Berita Banjarnegara

Pendidikan Seks dan Kesehatan Reproduksi untuk Disabilitas Intelektual di Persimpangan Jalan

Mendidik siswa difabel intelektual masa pubertas jadi tantangan tersendiri bagi guru SLB. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Pengajaran untuk siswa difabel di SLB N Banjarnegara 

Ia pun mengakui sebagian guru, khususnya guru perempuan masih canggung untuk menyampaikan materi itu. 

Ada istilah-istilah yang masih tabu untuk disampaikan di ruang kelas. Ada kekhawatiran, materi berbau pornografi sehingga guru tak tega menyampaikannya ke siswa

Tetapi ia tetap menganggap penting materi itu disampaikan.

Selain itu, mapel agama dinilainya sangat berperan agar para siswa terhindar dari pergaulan bebas, atau perbuatan seksual yang menyimpang dari norma agama. 

“Misal tentang muhrim dan bukan muhrim, siapa yang boleh memegang atau tidak boleh memegang mereka, "katanya 

Pendidikan Seks dan Reproduksi di Rumah

Masalahnya, tidak semua disabilitas intelektual mengenyam pendidikan di sekolah. Banyak di antara mereka yang tidak bersekolah karena berbagai faktor. 

Mereka tak mendapatkan materi pendidikan seks dan kesehatan reproduksi seperti diajarkan di sekolah.  Pengetahuan yang mereka terima terkait itu sepenuhnya dari orang tua atau keluarga. 

Secara fisik, IT, disabilitas intelektual asal Kabupaten Banjarnegara tak beda dengan gadis pada umumnya. Ia mengalami peningkatan hormon pada masa pubertas, termasuk menstruasi (haid). 

Tapi karena keterbatasannya, IT belum bisa mandiri dalam merawat kesehatan reproduksinya. Padahal usianya sudah hampir menginjak kepala empat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved