Breaking News:

Berita Semarang

Waspada! Siklon Tropis La Nina, Pulau Jawa Satu Diantara Wilayah yang akan Terdampak

BMKG memprediksi, November, Desember dan Januari akan terjadi peningkatan curah hujan.

Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, memberikan keterangan pers mengenai La Nina dan peningkatan resiko bencana hidrometeorologi secara virtual, Senin (18/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, November, Desember dan Januari mendatang akan terjadi peningkatan curah hujan.

Khususnya di wilayah Jawa, Bali, Sumatera Selatan, NTT, Kalimantan bagian Selatan dan Sulawesi bagian Selatan.

Hal itu mengacu pada hasil kajian BMKG mengenai fenomena La Nina tahun lalu, yang diprediksi juga akan terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Untuk itu BMKG mengeluarkan peringatan dini guna mengantisipasi terjadinya La Mina jelang akhir 2021.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, BMKG telah melakukan monitoring terkait suhu permukaan laut di wilayah Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

“Dari monitoring yang dilakukan, nilai anomali sudah melewati batas La Nina sebesar -0.61 pada Dasarian I Oktober 2021, kondisi tersebut akan terus berkembang hingga Februari tahun depan,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (18/10/2021) sore.

Ia mengatakan anomali yang terjadi menyebabkan peningkatan curah hujan bulanan diangka 20 hingga 70 persen di atas normal.

“Berdasarkan kajian data, dampak La Nina tahun ini diprediksi relatif sama dengan tahun lalu. Dan akan dibarengi terjadinya bencana hidrometeorologi secara sporadik di wilayah terdampak La Nina,” jelasnya.

Dwikorita mengimbau semua pihak bersiap menghadapi La Nina yang akan terjadi hingga Februari 2022 dengan intensitas lemah hingga sedang.

“Perlu dipersiapkan kewaspadaan untuk menyambut datangnya La Nina, karena akan disertai bencana hidrometeorologi,” paparnya.

Selain memprediksi terjadinya La Nina, Dwikorita juga menuturkan beberapa wilayah memasuki peralihan musim pada Oktober tahun ini.

“Transisi tersebut mengakibatkan terjadinya cuaca ekstrem yang akan melanda beberapa wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara serta Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Ia menambahkan sekitar 20 persen wilayah Indonesia memasuki tengah memasuki musim penghujan.

“Untuk itu pengurangan risiko bencana dan mitigasi perlu dilakukan di wilayah yang berpotensi terdampak La Nina, serta bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, ataupun badai tropis,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved