Breaking News:

Tenaga Kerja

Disnaker Batang Latih Pengelasan dan Pengelolaan Mesin Bubut

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang bekerja sama dengan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Bhakti Praja.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Diskominfo BatangĀ 
Peserta BLK Kabupaten Batang sedang melakukan pelatihan pengelasan di SMK Bhakti Praja, Selasa (19/10/2021) 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang bekerja sama dengan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Bhakti Praja Kabupaten Batang menggelar program pelatihan pengelasan dan kelas pengelolaan mesin bubut dasar.

Nantinya, bagi peserta yang lulus ujian kompetensi tersebut selain mengantongi sertifikat, mereka juga langsung disalurkan bekerja di salah satu korporat. 

Instruktur Pengelasan Dari SMK Bhakti Praja Rofi mengatakan ada beberapa hal yang dipelajari dalam pengelasan.

“Pelatihan pengelasan hari ini menggunakan plat yang dinilai dari rigi-riginya. 

Jadi sambungan plat posisi di bawah tangan bisa vertikal dan bisa horizontal, tetapi harus bisa mengelas dengan rigi-rigi yaitu bisa menggunakan teknik melingkar atau zig-zag,” jelasnya, Selasa (19/10/2021).

Dalam pengelasan, banyak hal yang bisa diproduksi misalnya membuat rak untuk buku dan satunya membuat plang reklame atau spanduk.

Ada beberapa yang harus dipelajari sehingga peserta sendiri dapat menguasai pengelasan dari nol memerlukan waktu 3 minggu.

Tetapi jika membuat produk sendiri sampai selesai membuat rak membutuhkan waktu seminggu. 

“Alat-alat yang diperlukan untuk pelatihan pengelasan ini diantaranya harus ada mesin travolasnya, mesin gerinda tangan, mesin gerinda kating yang besar, mesin bor, dan kelengkapannya harus ada topeng las, kacamata las, dan sarung tangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakannya tujuan dari  pelatihan ini yaitu mereka mempunyai skill pengelasan, jadi bisa bekerja di pabrik dibagian mekanik pengelasan atau bisa membuka bengkel las sendiri.

“Karena melihat latar belakang yang berbeda-beda mungkin target mereka juga berbeda setelah melakukan pelatihan ini, soalnya untuk pabrik sendiri yang membutuhkan mekanik pengelasan bisa langsung masuk tanpa training lagi,” imbuhnya.

Ia berharap, setelah pelatihan ini bisa membuka bengkel las sendiri karena peluangnya masih besar dan modalnya cukup murah. 

"Seperti pengalaman sendiri membuka bengkel las hanya memerlukan modal maksimal Rp 5 Juta sudah komplit peralatannya," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved