Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Pelaku Usaha dan Petugas Pariwisata Ikuti Pelatihan Dasar Search and Rescue

Adapun materi yang diberikan seperti sistem pelayanan kegawatdaruratan terpadu dari Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Tegal

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto berlangsungnya kegiatan pelatihan dasar search and rescue yang diikuti oleh pelaku usaha wisata dan petugas di area objek wisata, Selasa (19/10/2021) berlokasi di Taman Angrek Guci Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal bersama paguyuban pelaku usaha wisata, berinisiatif mengadakan kegiatan pelatihan dasar search and rescue khususnya di area objek wisata, Selasa (19/10/2021) berlokasi di Taman Angrek Guci.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, tidak hanya memberikan materi tentang cara penyelamatan atau penanganan saat terjadi bencana (kecelakaan), tapi juga dilakukan praktik langsung oleh instruktur yang kemudian diperagakan ulang oleh peserta.

Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata Kabupaten Tegal Ahmad Abdul Hasib mengungkapkan, peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 37 orang berasal dari pelaku usaha dan petugas dari UPTD Guci, Purwahamba Indah (Pur'in), dan Waduk Cacaban.

Dasar dari kegiatan kali ini, menurut Hasib karena mayoritas wahana wisata di Kabupaten Tegal yaitu wisata alam seperti pegunungan, perbukitan, dan air. Sehingga potensi terjadinya bencana atau hal yang tidak diinginkan sangat besar terjadi. 

"Harapannya setelah kegiatan ini, peserta bisa mengerti, memahami, dan menguasai baik secara materi maupun praktik. Apalagi pengisi materi juga melakukan simulasi bagaimana penanganan kegawatdaruratan, bagaimana cara mencari korban, mengevakuasi, langkah pertolongan pertama, utamanya di area objek wisata," jelas Hasib, pada Tribunjateng.com, Selasa (19/10/2021).

Adapun materi yang diberikan seperti sistem pelayanan kegawatdaruratan terpadu dari Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Tegal. 

Nantinya peserta diberikan materi plus contoh bagaimana penanganan saat menolong orang yang jatuh, pingsan atau tidak sadarkan diri, teknik pemberian bantuan pernapasan dan lain-lain. 

Lalu ada pelatihan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim SAR Kabupaten Tegal mengenai bagaimana cara menyelamatkan, mencari korban yang hilang di bukit, gunung, atau tenggelam di air dan lain-lain. 

Sedangkan materi selanjutnya teori mengenai sistem meminimalisir terjadinya risiko, efek dari bencana alam yang disampaikan oleh tim Tagana Dinas Sosial Kabupaten Tegal

Adanya pelatihan ini, lanjut Hasib, juga sebagai penjamin CHSE yang selama ini digaungkan oleh pemerintah.

Sementara CHSE merupakan singkatan dari Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan).

"Kegiatan ini juga sebagai upaya kami untuk memberikan jaminan pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung ketika datang ke Guci, Pur'in, Cacaban, dan terjadi bencana atau yang tidak diinginkan mereka tetap merasa aman. Kita harus siap siaga menghadapi kemungkinan tersebut," paparnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved