Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Polda Jateng Tetapkan Tersangka Perempuan Debt Collector Pinjol, Modus Teror dan Tebar Pornografi

Jajaran Ditreskrimsus Polda Jateng  grebek kantor penagihan pinjaman online PT AKS yang beralamat di jalan Kyai Mojo Tegalrejo Yogyakarta.

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menggerebek kantor penagihan pinjaman online PT AKS yang beralamat di Jalan Kyai Mojo Tegalrejo Yogyakarta.

Ada ratusan komputer dan ponsel digunakan untuk menagih debiturnya yang telat membayar angsuran.

Pelaku menagih korbannya dengan cara meneror dan menyebarkan konten porno melalui media sosial.

Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora mengatakan, pengungkapan korban mendapatkan SMS berisi link aplikasi pinjol Simple Loan pada 4 Mei 2021.

Korban ditawari pinjaman dengan bunga rendah.

Baca juga: Aksi Mbah Uban dan Pak Amat Taklukan Ular Piton Jumbo Sepanjang 6 Meter di Rumah Kosong Semarang

Baca juga: Amalia Melawan saat Dibunuh, Jejak Pelaku Ditemukan di Kukunya, Ahli Forensik: Petunjuk Emas

Baca juga: Guide di Sangiran Warga Lokal, Pengunjung Sambut Baik Keberadaan Pemandu di Museum Manusia Purba

"Setelah korban mengisi aplikasi dan memberikan persetujuan mengaktifkan mikrofon serta menginzinkan menyerahkan data kontak, maupun galeri di handphone korban," jelasnya saat konfrensi pers di Lobi Polda Jateng, Selasa (19/10/2021).

Kemudian pada bulan September 2021 perusahaan pinjol menghubungi korban melalui telepon maupun SMS memberitahukan bahwa telah mengirim uang Rp 1,3 juta dan Rp 2,2 juta.

Namun saat di cek di rekening korban uang tersebut tidak ada.

"Tiga hari kemudian debt collector (penagih utang) dari perusahaan pinjol tersebut menelpon korban bahwa pinjaman tersebut telah jatuh tempo. Korban diteror jika tidak membayar, maka anda akan disebarkan ke kontak What's app bahwa penipu," terangnya.

Tidak hanya itu, korban juga diteror oleh debt collector menyebarkan gambar porno yang berwajah korban. Hal ini menyebabkan korban merasa malu.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora dan Kepala OJK Perwakilan Jawa Tengah, Aman Sentosa, dan perwakilan Bank Indonesia tunjukkan barang bukti yang digunakan untuk melakukan penagihan pinjaman online.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora dan Kepala OJK Perwakilan Jawa Tengah, Aman Sentosa, dan perwakilan Bank Indonesia tunjukkan barang bukti yang digunakan untuk melakukan penagihan pinjaman online. (TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved