Breaking News:

Berita Semarang

Arti Pendidikan Bagi Nurhayati Pendiri Paragon Wardah: Sebagai Jalan Tol Menuju Sukses

Bagi Nurhayati Subakat (71), pendidikan merupakan hal yang sangat penting.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Dok. Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan
Pendiri PT Paragon Technology and Innovation di tahun 2011 Nurhayati Subakat (71) bersama Subakat Hadi dan Salman Subakat saat Bincang Bermakna tentang Pendidikan melalui zoom meeting, Selasa (19/10/2021). 

Titik balik terjadi di tahun 1995 yang mana di tahun itu produk Wardah lahir yang saat ini menjadi brand besar.

Di tahun-tahun berikutnya, meski diterpa berbagai cobaan seperti krisis moneter tetapi usahanya tetap semakin sukses hingga kini memiliki karyawan berjumlah di atas 10 ribu orang. PT Pusaka Tradisi Ibu yang awal didirikannya berganti menjadi PT Paragon Technology and Innovation di tahun 2011.

Telah mengalami berbagai masa sulit, perusahaan yang didirikan Nurhayati terus bekerja keras melewati ujian pandemi Covid-19.

"Kami semangat survive meski kondisi covid berusaha tetap bertahan," jelasnya.

Ia mengaku, perusahannya tak hanya bertahan di tengah pandemi menyalurkan bantuan sosial di tahap awal sebesar Rp40 miliar.

Total bantuan yang telah disalurkan kini sudah mencapai Rp65 miliar.

"Dana itu merupakan tabungan CSR yang menjadi cadangan ketika ada kebutuhan mendesak," katanya.

Ia menjelaskan, berkat kerja keras semua tim tak butuh waktu lama uang CSR tersebut ternyata dapat kembali melalui penjualan produknya.

Apalagi di tengah pandemi, perusahannya tetap berinovasi sehingga mampu mengeluarkan produk baru khusus pria.

"Tentu semua itu ada pertolongan Allah," paparnya.

Menurut Nurhayati, kondisi Covid-19 menunjukan bahwa ikhtiar sangat perlu. Tak mungkin hanya dengan berdoa secara beramai-ramai Covid hilang. Namun diperlukan ikhitiar seperti menaati protokol kesehatan, dan vaksin.

Baginya, apapun kondisinya selalu bergerak, bekerja keras, dan ikhtiar.

Sewaktu gagal harus dipelajari begitupun saat sukses juga perlu dipelajari artinya perlu proses belajar terus menerus tiada henti.

"Jadi tak hanya doa, namun butuh usaha keras.

Kami yakin kombinasi lima nilai karakter, apapun yang dikerjakan bisa sukses," ucapnya.

Lima karakter yang dimaksud Nurhayati meliputi Ketuhanan,
Kepedulian, Kerendahan hati (Humility), Ketangguhan (Grit), dan Inovasi.

"Tujuan Paragon bukan hanya sekedar cari uang, visi Paragon berkembang terus menerus dengan tata kelola yang baik. Hari ini lebih baik dari hari kemarin sehingga bermanfaat bagi orang lain," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved