Breaking News:

Berita Batang

Bangkit Dari Keterpurukan Ekonomi, Zaenal Alih Usaha Bikin Sale Pisang Legit, Kini Laris Manis

Pandemi Covid-19 yang sudah melanda negeri hampir dua tahun ini membuat para pengusaha menengah kembang kempis dalam mempertahankan usahanya.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Zaenal saat proses penjemuran pisang dalam pembuatan Sale Pisang, Rabu (20/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pandemi Covid-19 yang sudah melanda negeri hampir dua tahun ini membuat para pengusaha menengah kembang kempis dalam mempertahankan usahanya.

Bahkan tidak sedikit pengusaha yang harus gulung tikar atau mencoba beralih usaha.

Seperti yang dilakukan Zaenal, dampak dari pandemi memang cukup dirasakannya.

Baca juga: Menkopolhukam Mahfud MD: Perguruan Tinggi Jadi Terdakwa Utama Kemelut yang Menimpa Bangsa Ini

Baca juga: Video Drone Air Digunakan dalam Pencarian Orang Tenggelam di Sungai Pait Pekalongan

Baca juga: Kolam Renang River Walk Boja Kendal Mulai Ramai Pengunjung

Pensiunan pegawai swasta itu sebelumnya membuka usaha angkringan, namun sejak pandemi ditambah kebijakan PPKM membuat usahanya tidak berjalan mulus.

Sempat berhenti berusaha sejenak, dia pun bangkit dengan harapan baru bermodal pengetahuannya di bidang olahan pisang yakni sale pisang.

Dengan beberapa kali percobaan cara dan resep akhirnya Zaenal berhasil membuat sale pisang dengan rasa manis alami dan juga legit.

"Setelah pensiun saya berjualan angkringan, situasi pandemi tentu membuat jualan sepi juga ada PPKM, sempat berhenti tidak usaha apapun, kemudian saya kepikiran membuat sale pisang, beberapa kali percobaan agar sale pisang benar-benar enak dan layak dijual, alhamdulillah berhasil dan resep jadi patokan sampai sekarang," terangnya saat ditemui, Rabu (20/10/2021).

Dengan rasa yang khas dan legit, sale pisang buatan Zaenal cukup laris di pasaran.

Hingga saat ini dia telah menjual 2 kwintal sale pisang.

Produknya pun telah ada di 10 outlet oleh-oleh khas Batang.

Selain itu, dia juga menjualnya melalui media sosial dan telah dikirim ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Surabaya, Batam, Tangerang, Bandung, Malang.

"Alhamdulillah sudah ada saya titipkan di 10 outlet, kalau pesanan biasanya dari instansi-instansi untuk oleh-oleh untuk onlinenya di media sosial," ujarnya.

Baca juga: Bupati Eisti Janji Tangani Trauma 13 Siswi Demak Korban Pelatih Voli Cabul

Baca juga: Hendi Apresiasi Pencanangan Desa Kekebalan Komunal AKABRI 1999

Baca juga: Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Luna Maya Ungkap Sudah Diberi Uang Karantina Erigo

Lebih lanjut dia menjelaskan dalam pembuatan sale pisang membutuhkan waktu 9 hari mulai dari proses pematangan, pemilihan, penjemuran, penyimpanan, hingga penggorengan dan pengemasan.

"Pisang yang saya pakai itu jenis pisang kapas, saya pilih yang masih hijau dan untuk proses pematangan dengan cara yang alami sehingga rasanya lebih enak," imbuhnya.

Untuk harga, produk yang dia beri nama Sale Pisang Bang Zae itu dijual Rp 50 Ribu perkilogramnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved