Breaking News:

Berita Pekalongan

Beri Arahan Duwis, Wali Kota Aaf : Para Finalis Harus Jadi Teladan

Sebanyak 10 pasang finalis duta wisata (Duwis) Kota Pekalongan terpilih dan akan berlaga dalam grand final pada (23/10/2021) mendatang.

Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (tengah) saat memberikan motivasi bagi para finalis duta wisata Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Usai melalui proses seleksi yang ketat dan tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah masa pandemi Covid-19, sebanyak 10 pasang finalis duta wisata (Duwis) Kota Pekalongan terpilih dan akan berlaga dalam grand final pada (23/10/2021) mendatang.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat memberikan arahan kepada para finalis mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya 10 pasang finalis Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan tahun 2021.

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan menekankan, para finalis duwis ini telah menjadi sorotan publik dan pihaknya meminta untuk bisa selalu menjaga sikap, perilaku, dan menjadi teladan yang baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Selain itu, mempromosikan potensi wisata yang ada di Kota Pekalongan dan bisa membawa naik baik Kota Pekalongan.

"Para finalis saya minta harus menjaga sikap, menjadi contoh yang baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Jangan pernah melakukan hal-hal yang tidak terpuji atau seenaknya sendiri."

"Saya juga mengajak mereka untuk bersama-sama mengedukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba, mencegah pernikahan dini, untuk tetap menjaga prokes secara ketat, menyukseskan program vaksinasi, dan terlibat aktif dalam membantu program-program Pemerintah Kota Pekalongan," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Rabu (20/10/2021).

Menurutnya, usai ditetapkan sebagai para finalis Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan tahun 2021, tanggungjawab yang diemban tidaklah ringan.

Aaf juga mengatakan, menjadi seorang duta wisata, tidak hanya bermodalkan muka yang tampan dan cantik saja, melainkan juga harus diimbangi dengan kecerdasan intelektual dan inner beauty serta kepribadian yang baik.

"Saya meminta saat karantina 3 hari ke depan, mohon para finalis ini bisa mengikuti aturan dan tetap menjaga prokes secara ketat. Persiapkan semuanya dengan baik dan harus percaya pada kemampuan diri sendiri."

"Jangan lupa berdoa dan meminta restu kedua orangtua agar diperlancarkan dalam acara grandfinal Mas dan Mbak Duta Wisata tahun 2021 pada tanggal 23 Oktober 2021," 

Pembina Asosiasi Duta Wisata Kota Pekalongan (Adwika) Kota Pekalongan Inggit Soraya menyampaikan, 10 besar pasangan finalis ini sudah menjadi yang terbaik dan akan dipilih yang terbaik kembali pada malam grandfinal Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan pada 23 Oktober 2021.

Inggit berharap, para finalis ini bisa menjaga penampilan dan perilaku, mereka juga diminta memiliki wawasan yang sangat luas mengenai potensi-potensi wisata, produk unggulan, dan sebagainya yang harus dikuasai.

"Tidak hanya fokus pada penampilan dan perilaku, para finalis juga diharapkan memiliki wawasan yang sangat luas mengenai potensi lokal yang ada di Kota Pekalongan."

"Sebagai duta wisata yang turut mempromosikan wisata daerah ini juga harus menguasai tempat-tempat wisata yang bisa mendatangkan para wisatawan berkunjung ke Kota Pekalongan, dan pengetahuan mengenai produk-produk unggulan daerah juga harus dimiliki mulai dari kuliner khas, budaya, batik,dan sebagainya," katanya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved