Breaking News:

Berita Jepara

Bupati Jepara Sebar Relawan Antinarkoba ke Desa

Sebanyak 75 relawan mahir antinarkoba ini, dikukuhkan bupati pada Selasa (19/10/2021), di Gedung Shima, Setda Jepara.

Editor: abduh imanulhaq
PEMKAB JEPARA
Pengukuhan 75 relawan mahir antinarkoba oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi di Gedung Shima, Setda Jepara, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bupati Jepara Dian Kristiandi mengukuhkan puluhan relawan mahir antinarkoba yang akan disebar di desa-desa di Kabupaten Jepara.

Selain bertugas untuk mengawasi peredaran narkoba, mereka juga akan berkampanye bahaya narkoba untuk masyarakat.

Sebanyak 75 relawan mahir antinarkoba ini, dikukuhkan bupati pada Selasa (19/10/2021), di Gedung Shima, Setda Jepara.

Mereka telah dibekali berbagai ilmu dan pengetahuan mengenai narkotika.

Hadir Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng Brigjen Pol Purwo Cahyoko, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jepara dan pimpinan perangkat daerah.

Kepala Bakesbangpol Jepara Lukito Sudi Asmara mengungkapkan saat ini sudah ada 5 kecamatan antinarkoba, yaitu Welahan, Tahunan, Kedung, Pakisaji, dan Kalinmayatan

Adapun desa percontohan antinarkoba yaitu Petekeyan Kecamatan Tahunan serta Karanganyar dan Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan.

“Kita akan tambah terus, agar seluruh desa di Jepara ditetapkan menjadi desa antinarkoba,” kata Lukito.

Bupati mengungkapkan hadirnya relawan anti narkoba ini dapat menjadi agen perubahan dan menggerakkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Jepara.

‘’Seluruh masyarakat harus meningkatkan kepekaan sosial. Sebab sejumlah kasus besar peredaran narkoba yang diungkap di Jepara bisa jadi karena cueknya masyarakat dengan lingkungan sekitarnya. Padahal peran serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan dan penangulangan penyalahgunaan narkoba karena keterbatasan yang dimiliki petugas keamanan,” kata dia.

Kabupaten Jepara dalam beberapa tahun ini menjadi episentrum peredaran gelap narkoba di wilayah Pantura Timur.

Jepara, bahkan menduduki peringkat ke-3 dalam peta wilayah kerawanan kasus penyelahgunaan narkoba.

“Kita masih ingat tahun 2008 terungkap jaringan narkoba di Jepara. Kemudian tahun 2009 dan terakhir yang cukup besar di tahun 2016. Jepara menjadi satu wilayah yang diincar bagi pengedar dan bandar,” kata dia.

BNNP Jateng Brigjen Pol Purwo Cahyoko mengatakan, butuh peran serta masyarakat untuk melaksanakan P4GN.

Relawan antinarkoba ini akan membantu tugas P4GN dalam pemberantasan narkoba di Jepara. (*).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved