Breaking News:

Berita Sragen

Bupati Minta Kolam Renang Hingga Taman di Sragen Dibuka, QR Code Peduli Lindungi Mulai Digalakkan

PPKM tetap di Level 2, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta kolam renang Kartika milik Pemkab Sragen dibuka terbatas untuk umum.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Pengendara ketika melintas di depan alun-alun Sasono Langen Putro, Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – PPKM tetap di Level 2, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta kolam renang Kartika milik Pemkab Sragen dibuka terbatas untuk umum.

Selama PPKM level 2 satu pekan lalu, kolam renang Kartika Sragen belum pernah diujicobakan kembali dibuka untuk umum.

Bupati mendesak Dinas Pariwisata dan Olahraga (Dispora) Sragen segera membuka.

Tidak hanya kolam renang, Bupati juga meminta taman, GOR hingga stadion dibuka.

Baca juga: Bocil Semarang Putar Handle Gas Motor saat Antre Isi Bensin, Tabrak Petugas SPBU Hingga Kaki Pincang

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Manchester United Vs Atalanta Liga Champions, Penggawa Setan Merah On Fire

Baca juga: Update Virus Corona Kota Semarang Rabu 20 Oktober 2021

Hal ini diharapkan setelah sejumlah pariwisata dibuka, perekonomian masyarakat di sekitar daerah bisa kembali bangkit.

"PPKM Level 2 ini Bayanan boleh dibuka terbatas, Gunung Kemukus, taman dan kolam renang boleh dibuka tapi tetap dibatasi. Misal Maksimal 100 pengunjung per hari," kata Bupati Yuni ketika rapat penanganan Covid-19 kemarin.

Selain itu, Yuni juga meminta tempat wisata yang pintu masuk dan keluarnya terstruktur agar segera menyediakan QR code
Peduli Lindungi bagi pengunjung.

Sementara itu, Kepala Dispora Sragen Yusep Wahyudi mengaku siap untuk segera membuka kolam renang, taman, tempat olahraga secara terbatas.

Yusep sapaan akrabnya itu mengaku sementara ini wisata yang baru dibuka ialah Museum Purba Sangiran Sragen dan desa wisata disejumlah desa.

Untuk Museum Sangiran sendiri dirinya mengaku sudah dibuka selama satu pekan dengan kuota terbatas yakni 100 orang sehari.

Selain itu, QR code aplikasi Peduli Lindungi baru didapatkan kemarin. Anak-anak berusia dibawah 12 tahun boleh diajak berwisata apabila orangtuanya sudah vaksinasi Covid-19.

Pariwisata desa wisata, Yusep mengaku agak kewalahan karena antusias masyarakat untuk berkunjung sangatlah tinggi dan berpotensi kerumunan.

Baca juga: Gelapkan Uang Perusahaan Sampai Rp 189 Juta, Karyawati di Banyumas Diamankan Polisi

Baca juga: Dinkes Kota Semarang Buka Saluran Layanan Persoalan Sertifikat Vaksin, Ada 1.030 Keluhan Masuk

Namun pihaknya akan lebih menertibkan di sejumlah desa wisata agar tidak terjadi kerumunan. Untuk GOR Yusep mengaku sudah dibuka namun dibatasi.

Menurutnya di dalam GOR orang lebih mudah berkerumun dan prokesnya kadang terlupakan. Pihaknya memperbolehkan untuk jumlah kelompok namun untuk senam masal tidak diperbolehkan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved