Breaking News:

Pertamina

Pemerataan Energi hingga ke pelosok, Pertashop penuhi kebutuhan energi di Batas Kota Temanggung

Kehadiran Pertashop di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung menjadi berkah tersendiri bagi warga di sekitar desa tersebut.

Editor: Editor Bisnis
IST
Pemerataan Energi hingga ke pelosok, Pertashop penuhi kebutuhan energi di Batas Kota Temanggung 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG – Kehadiran Pertashop di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung menjadi berkah tersendiri bagi warga di sekitar desa tersebut,.

Kebutuhan BBM berkualitas yaitu Pertamax semakin mudah di jangkau, dimana sebelumnya bila hendak mengisi BBM, warga di Desa Muncar harus menempuh jarak hingga 20 kilometer untuk menuju SPBU terdekat.

Desa Muncar sendiri merupakan desa yang terletak di Kabupaten Temanggung dengan jarak dari pusat Kota Temanggung yaitu 24 Kilometer dan hanya berjarak 2 Kilometer dari perbatasan kota Kendal dan Kabupaten Temanggung.

Adalah Mustati Fatmawati pemilik pertashop 4P.56209 di desa tersebut memaparkan bahwa keinginan mendirikan pertashop karena ingin untuk mempermudah akses membeli BBM disana.

“Pertashop ini berdiri sejak bulan juli tahun 2021, total sudah 3 bulan lebih beroperasi, awalnya saya ragu apakah Pertamina bisa mengakomodir pengajuan saya mengingat medan lokasi menuju lokasi pertashop saya cukup terjal dan cukup pelosok, alhamdulillah tidak berapa lama dari pengajuan saya, saya bisa membuat pertashop disini”, ujar Mustati

Pertashop merupakan lembaga penyalur dengan skala kecil yang resmi dioperasikan oleh Pertamina. Saat ini bisnis pertashop tidak hanya hadir di wilayah pedesaan tetapi juga di wilayah perkotaan.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), menjelaskan “Tujuan utama Pertashop adalah untuk menghadirkan energi berkualitas yang lebih dekat dengan masyarakat, agar akses akan kebutuhan energi semakin mudah didapat,” ungkap Brasto.

Sementara itu, ditemui di lokasi pertashop, Dirman, penggendara motor,mengaku bahwa dengan kehadiran pertashop di desanya sangat memudahkan dirinya untuk mengantar anak ke sekolah, “Setelah ada kebijakan sekolah tatap muka, kebutuhan BBM saya meningkat, dan saya tidak perlu turun ke kota untuk mengisi BBM lagi, bisa d isi di desa saya sendiri”, ujarnya.

Diakui oleh Mustati, semenjak pulihnya aktivitas sekolah dan industri, penjualan pertamax di pertashop miliknya kembali mengalami kenaikan “ konsumen saya kebanyakan adalah warga yang mengantar sekolah anaknya, petani untuk ke ladang, dan wisatawan yang berkunjung ke Curug Lawe, karena aktivitas sudah perlahan normal, penjualan pertamax di pertashop saya naik hingga 4 kali lipat dari rata-rata harian 97 liter/hari menjadi 467 liter/hari“ ujar Mustati.

Brasto menambahkan Pertamina terus menggali potensi kecamatan atau kelurahan dan desa lainnya, baik di Kabupaten Temanggung maupun lebih luas di daerah lainnya untuk mendirikan Pertashop. Salah satunya adalah menjalankan skema kemitraan dengan pengusaha lokal untuk berinvestasi Pertashop.

“Kami telah membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola SPBU mini atau Pertashop, yang tentu nilai investasinya lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan,” kata Brasto.

Lebih jauh, syarat utamanya adalah badan usaha seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), CV, PT, Koperasi, Usaha Dagang (UD). Untuk persyaratan dan penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada tautan ptm.id/MitraPertashop atau menghubungi call center Pertamina 135. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved