Breaking News:

berita Kudus

Peserta Pelatihan DBHCHT Wajib Tes Rapid Antigen

Sedikitnya 80 peserta pelatihan dari alokasi DBHCHT ‎diwajibkan lakukan rapid antigen.

Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Sedikitnya 80 peserta pelatihan dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ?diwajibkan untuk melakukan rapid antigen guna mencegah penularan Covid-19, di Hotel Poroliman. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sedikitnya 80 peserta pelatihan dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ‎diwajibkan untuk melakukan rapid antigen guna mencegah penularan Covid-19.

Pelatihan yang digelar mulai dari tanggal 18-23 Oktober 2021‎ mendatang itu terdiri dari pelatihan barista, roasting coffee, digital marketing dan hidroponik, di Hotel Poroliman, Kudus

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus‎ mewajibkan peserta bebas Covid-19.

Kepala Disperinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika menyampaikan, ‎rapid antigen itu bertujuan untuk memastikan seluruh peserta dalam kondisi sehat.

Kendati sudah melaksanakan vaksinasi, setiap peserta diwajibkan mengikuti rapid antigen yang difasilitasi instansi terkait.

"Sekarang masih masa pandemi sehingga peserta harus betul-betul sehat. Baru bisa mengikuti pelatihan," ujar dia.

Setelah melakukan rapid antigen itu, seluruh peserta dinyatakan negatif sehingga bisa mengikuti pelatihan hingga selesai.

"Syaratnya sudah vaksin dan peserta juga wajib vaksin. Hasilnya negatif semua," kata dia.

Sementara itu, peserta pelatihan hidroponik, Fahrudin (35) menyampaikan, sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak dua kali.

Fahrudin juga tetap mengikuti tes rapid antigen ‎yang hasilnya negatif.

"Saya sudah vaksin dua kali sebenarnya tidak perlu rapid. Tapi karena sudah jadi persyaratan, saya ikuti saja," ujar warga Karangampel, Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Dia ber‎harap, pelatihan hidroponik yang diikutinya dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha.

"Harapannya dapat memanfaatkan ilmu yang saya dapat. Karena kayaknya menarik, jadi saya mendaftar," kata anak dari buruh rokok tersebut.

Dia menceritakan, hidroponik merupakan hal yang baru baginya meskipun sebelumnya‎ sudah pernah belajar menanam menggunakan polybag.

"Saya sudah pernah menanam pakai polybag, kalau hidroponik belum coba. Makanya saya ingin belajar," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved