Breaking News:

Fokus

Fokus : Pesta Tak Sempurna

ADA kesedihan di tengah kegembiraan menyambut kemenangan Indonesia di Piala Thomas 2020. Sukacita menyambut kesuksesan Jonatan Christie dkk

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Abduh Imanulhaq atau Aim wartawan Tribun Jateng 

Oleh Abduh Imanulhaq

Wartawan Tribun Jateng

ADA kesedihan di tengah kegembiraan menyambut kemenangan Indonesia di Piala Thomas 2020. Sukacita menyambut kesuksesan Jonatan Christie dkk seolah tak genap setelah bendera Merah Putih tak berkibar di Denmark.

Pencapaian itu sungguh membanggakan. Setelah nyaris dua dekade, kita akhirnya merebut kembali lambang supremasi bulutangkis putra dunia tersebut.

Sayang, pesta kemenangan ternyata tak sempurna. Merah Putih tidak dikibarkan saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan.

Bendera dengan logo organisasi bulutangkis nasional menjadi penggantinya. Publik Indonesia pun tercengang menyaksikan ketiadaan Sang Saka saat bendera negara lain unjuk diri di Ceres Arena.

Biang keladinya ternyata keteledoran anak-anak bangsa sendiri. Indonesia tengah menjalani sanksi dari Badan Antidoping Dunia (WADA) sehingga Merah Putih tak boleh berkibar dalam seremoni pemenang.

Sanksi dijatuhkan setelah WADA menilai Indonesia tidak patuh dalam penegakan standar antidoping. Tidak main-main, selama setahun ke depan kita dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat regional, kontinental, dan dunia.

Lebih dari itu, atlet Indonesia tidak boleh mengibarkan dan membawa nama negara selain di Olimpiade atau Paralimpiade. Berarti tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih saat sukses menjadi yang terbaik.

Indonesia tidak sendiri dalam daftar penerima sanksi tersebut. Ada nama Thailand dan Korea Utara yang juga dimasukkan dalam senarai negara yang tidak patuh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved