Breaking News:

Fokus

Fokus : Pesta Tak Sempurna

ADA kesedihan di tengah kegembiraan menyambut kemenangan Indonesia di Piala Thomas 2020. Sukacita menyambut kesuksesan Jonatan Christie dkk

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Abduh Imanulhaq atau Aim wartawan Tribun Jateng 

Hukuman itu sudah diumumkan pada awal Oktober lalu tapi rata-rata dari kita tidak mengetahui atau menyadari konsekuensinya. Semua menjadi terang benderang ketika Jojo dkk menaklukkan China di final Piala Thomas.

Padahal ada sederet agenda sport internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia tahun ini dan tahun depan.

Para olahragawan kita juga akan berlaga di sejumlah kejuaraan resmi baik di negeri sendiri maupun mancanegara.

Terasa bahwa hukuman ini berimbas besar bagi kemajuan olahraga kita, tak semata-mata bersifat administratif. Keteledoran birokrat olahraga nasional ternyata mempermalukan Indonesia di kancah dunia.

Terang bahwa kita tak menyalahkan ketegasan WADA yang menjatuhkan sanksi tersebut. Ada ungkapan siapa menanam akan menuai, kita sedang memanen hasil dari pengabaian aturan selama ini.

Bersama pengurus Lembaga Antidoping Indonesia (LADI), Menpora Zainudin Amali sudah meminta maaf atas kesalahan ini. Menpora juga sudah memerintahkan investigasi menyeluruh atas jatuhnya sanksi itu.

Termasuk mencari tahu langkah-langkah yang bisa dilakukan guna mempercepat pencabutan hukuman. Kemudian memastikan lagi sisik-melik masalah ini yang membuat sanksi turun tanpa ampun.

Setidaknya ada satu hal penting yang terkuak di balik musibah: doping dalam dunia olahraga bukan masalah sederhana. WADA sebagai organisasi tertinggi dunia yang menanganinya sudah menetapkan sejumlah aturan.

Regulasi mereka umum diketahui bersifat terperinci. Mengatur secara jelas mana yang menjadi kewajiban dan bukan kewajiban anggota-anggotanya.

Perlu kemauan politik yang kuat agar tidak menganggap masalah doping ini sebagai perihal remeh-temeh. Termasuk menjadikan LADI sebagai organisasi profesional yang mapan, tidak lagi bersifat satuan tugas di bawah kementerian. (*)

Baca juga: Kominfo Blokir 151 Pinjol Ilegal 2021, Berikut Daftarnya

Baca juga: Ditaklukan PSIS Semarang, Respons Pelatih Barito Putera Djanur: Sangat Mengecewakan

Baca juga: Cara Membuat Donat Jadul Tanpa Ragi

Baca juga: Hasil Liga 1 2021 PSIS Semarang Puncaki Klasemen, Ian Gillan: Tim Ini Sangat Solid

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved