Breaking News:

Investasi Kripto, Kenali Dulu Jenis Aset, Layanan Trader, hingga Perusahaan Perdagangannya

investor diimbau waspada akan oknum-oknum di luar sana yang dapat mengganggu dengan melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab.

Editor: Vito
PEXELS/WORLDSPECTRUM/Kompas.com
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, Cryptocurrency Ethereum. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bursa aset digital Upbit, yang sudah berizin dan teregulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), terus mendorong perdagangan kripto digital di Indonesia.

VP Operation Upbit Indonesia, Resna Raniadi menuturkan, perkembangan ekosistem kripto di Indonesia sangat positif.

“Kami selalu mengingatkan pengguna Upbit Indonesia pada khususnya untuk selalu waspada akan oknum-oknum di luar sana yang dapat mengganggu pertumbuhan ini dengan melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya, Kamis (21/10).

Menurut dia, ada beberapa tips dan trik yang bisa diterapkan ketika ingin memulai investasi di mata uang kripto. Pertama yakni evaluasi variabel terhadap aset cryptocurrency.

“Sebelum menentukan mata uang kripto apa yang ingin anda beli, sebaiknya kenali dulu jenis mata uang kripto dan cara kerjanya. Salah satu cara paling mudah melakukan evaluasi aset kripto yaitu dengan cara mengunjungi web resminya,” tuturnya.

Kedua, Resna menyatakan, pentingnya mencari tahu besaran biaya layanannya. “Saat melakukan transaksi invetasi mata uang kripto, terdapat skema biaya pembelian dan penarikan layanan pada trader. Selalu perhatikan besaran biaya dan juga perhatikan spread,” lanjutnya.

Ketiga, dia menambahkan, investor diimbau memilih media exchange yang legal dan resmi terdaftar di Bappebti.

“Bappebti berwenang untuk mengatur mekanisme perdangan kripto digital di Indonesia. Saat ini terdapat 13 perusahaan yang telah terdaftar di Bappebti menjadi pedagang aset kripto. Perusahaan inilah yang resmi menyediakan platform exchange produk kripto,” paparnya.

Seperti diketahui, harga aset kripto jenis bitcoin masih melanjutkan tren penguatan sejak awal Oktober. Bahkan, pada sesi perdagangan Rabu (20/10) lalu, harga aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu telah mencapai 66.000 dollar AS atau setara Rp 930 juta (asumsi kurs Rp 14.100 per dollar AS) per keping.

Harga tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, memecahkan rekor sebelumnya yang dicetak pada April lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved