Breaking News:

Berita Batang

Pemkab Batang Akan Bentuk Tim Identifikasi Peredaran Barang Kena Cukai Ilegal

Pemerintah Kabupaten Batang melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar bintek pengumpulan informasi peredaran barang kena cukai ilegal.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Pemerintah Kabupaten Batang melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar bintek pengumpulan informasi peredaran barang kena cukai ilegal, di Hotel Sendang Sari, Kamis (21/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar bintek pengumpulan informasi peredaran barang kena cukai ilegal, di Hotel Sendang Sari, Kamis (21/10/2021).

Peserta dalam bintek tersebut terdiri dari berbagai lintas instansi seperti Satpol PP, kasi trantib.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Batang Suwanto mengatakan Bintek ini untuk memberikan pengetahuan terkait informasi titik rawan terkait peredaran barang kena cukai ilegal seperti rokok dan lainya.

Baca juga: Sebelum Gunakan Senjata Api, Personel Polres Pati Wajib Ikuti Tes Psikologi

Baca juga: Susah Merealisasikan Program, Bupati Kudus Hartopo Ingin PMK 206 Tentang Dana Cukai Dicabut

Lebih lanjut, setelah bintek tersebut pihaknya akan membentuk tim identifikasi peredaran barang kena cukai ilegal, karena selama ini kita belum bisa mengidentifikasi daerah mana saja berpotensi memproduksi rokok ilegal.

"Dalam tim nantinya akan berisi perwakilan tiap kecamatan, peserta bintek ini  mampu memberikan informasi daerah mana yang menjadi peredaran rokok atau memproduksi baik perorangan atau warga yang tidak berpita cukai atau barang ilegal," jelasnya.

Dikatakannya, di wiilayah Kabupaten Batang ada potensi petani tembakau seperti kecamatan Tersono, Bawang dan Reban.

"Kasi trantib kecamatan nanti kita libatkan untuk mengidentifikasi kemungkinan di daerahnya terjadi penyimpangan untuk membuat laporan terkait rokok ilegal dan barang ilegal lainya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tegal, Ardianto Satriyo, mengatakan, dari 7 wilayah di eks Karsidenan Pekalongan baru Kabupaten Batang yang mengawali bintek tersebut.

"Dana bagi hasil cukai terkait penegakan hukum alokasi dananya lumayan besar, maka dituntut peran serta aktif Pemda untuk melakukan pengumpulan informasi yang bersinergi dengan bea cukai melakukan operasi pemberantasan barang-barang ilegal," ujarnya.

Baca juga: Aplikasi Game Penghasil Uang Coin Republic, Bangun Perusahaan Sendiri dan Dapatkan Cuan

Baca juga: Pengendara Asyik Mengobrol, Motor Tabrak Mobil di Pilangsari Sragen, Pembonceng Patah Tulang

Ardianto mengungkapkan perkembangan modus sekarang penjualan rokol ilegal atau pun barang tanpa cukai tidak lagi konfensional dijual di toko maupun warung - warung, tapi sudah merambah ke penjualan online.

"Dengan adanya penjualan online ini harus lebih diwaspadai, karena saat ini telah menjadi madus baru dan cukup masif hal itu karena lebih murah dan aman dari pengawasan petugas," pungkasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved