Breaking News:

Berita Solo

Polresta Solo Terima 17 Laporan dari Korban Pinjol Ilegal, Korban Diancam dengan Konten Berbau Porno

Polresta Solo terima 17 laporan dari korban terkait kasus dugaan pinjaman online (pinjol) ilegal

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Muhammad Sholekan
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait laporan kasus pinjaman online, Kamis (21/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Polresta Solo terima 17 laporan dari korban terkait kasus dugaan pinjaman online (pinjol) ilegal. 

Kapolrestas Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan, atas laporan itu pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan. 

"Sementara untuk di Solo sudah masuk ke call center Satreskrim Polresta Solo saat ini sekitar 17 korban," ucapnya, Kamis (21/10/2021). 

Ade mengungkapkan, selain melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap laporan yang masuk, pihaknya juga melakukan koordinasi efektif dengan penyidik Ditrekrimsus Polda Jateng. 

"Para korban ini diancam dengan menagih kepada para korban. Korban juga diintimidasi dengan penyebaran konten berbau pornografi memasang wajah korban," ungkapnya. 

Ade menyebut, rata-rata korban ini kisaran nilainya Rp 50-70 juta termasuk bunga berbunga, bahkan ada yang merasa tidak melakukan pinjaman namun pernah mengakses situs pinjaman online. 

"Oleh yang pemberi pinjaman online diklaim sudah pernah ditransfer. Padahal satu sisi korban tidak pernah menerima uang tersebut," tuturnya.

Mantan Dirreskrimsus Polda Lampung itu mengimbau kepada masyarakat jangan mudah langsung percaya terhadap penyedia jasa pinjaman online. 

"Saring dulu, sebelumnya pelajari aturan main. Pastinya pinjaman online resmi semua sudah terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ungkapnya. 

"Kami menjamin dana masyarakat terkait transaksi agar bisa dilindungi dan terlindungi," tambahnya. 

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebut, sebelumhya pihaknya sudah mengamankan 4 kasus pinjaman online. 

"Kemudian 1 kita tingkatkan jadi tersangka, yang lain kita dalami. Alat bukti yang kita amankam 300 server dari TKP di Jogja. Ini lagi kita kembangkan," ungkapnya. 

Mantan Kapolresta Solo itu mengimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi korban pinjaman online untuk melapor kepada pihak kepolisian. 

"Segera laporkan kepada polda, polres, atau polsek terdekat untuk untuk kita dalami oleh Ditreskrimsus Polda Jateng dalam rangka penanganan pinjol yang saat ini meresahkan masyarakat," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved