Breaking News:

Berita Pati

Wabup Pati Safin Minta Kontribusi Karang Taruna untuk Percepat Vaksinasi

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiri pelantikan Pengurus Karang Taruna Tranekta Desa Tajungsari Kecamatan Tlogowungu masa bhakti 2021-2026

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus Karang Taruna Tranekta Desa Tajungsari Kecamatan Tlogowungu masa bhakti 2021-2026. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiri pelantikan Pengurus Karang Taruna Tranekta Desa Tajungsari Kecamatan Tlogowungu masa bhakti 2021-2026.

Acara yang berlangsung di Balai Desa Tajungsari ini juga dihadiri perwakilan jajaran Forkopimcam Tlogowungu.

Saiful Arifin mendorong pemuda setempat untuk berkontribusi agar capaian vaksinasi Covid-19 Pati segera meningkat.

Sehingga, PPKM yang saat ini masih di Level 3 akan menurun ke level 2 atau bahkan level 1. 

Dia menjelaskan, Level PPKM Pati yang sempat masuk Level 2 kembali ke Level 3 bukan karena temuan kasus Covid-19 baru, melainkan karena capaian vaksin yang kurang dari 50 persen.

Menurut dia, kepedulian dan pengabdian pemuda lewat karang taruna sangat dibutuhkan guna mendorong program-program pemerintah, termasuk vaksinasi.

"Kalau capaian vaksinasi telah memadai, artinya program-program serta potensi besar yang dimiliki desa akan segera bisa mendongkrak perekonomian," ujar pria yang akrab disapa Safin ini, Kamis (21/10/2021).

Dia mengatakan, peran serta pemuda desa terkait program vaksinasi dapat diwujudkan melalui karang taruna. 

"Kita harus mencapai target minimal 50 persen vaksin pertama. Teman-teman muda di sini tentu dapat menginisiasi agar warga desa dapat ikut vaksin," ungkap Safin. 

Safin juga berharap karang taruna bisa memberikan informasi-informasi terkait vaksinasi pada masyarakat. Supaya meningkatkan keinginan warga untuk divaksin.

Dia menegaskan bahwa semua jenis vaksin yang dimiliki pemerintah aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. 

"Tentunya nanti yang berhak menentukan dari Dinas Kesehatan, si A si B layak divaksin atau tidak," ucap dia.

"Kalau kita masih tetap di level 3, maka banyak kegiatan dan aktivitas perekonomian yang dibatasi, karena itu antara kesehatan dan kegiatan ekonomi harus seimbang. Kalau kesehatan kita bermasalah, tentunya ekonomi kita pun akan bermasalah," tandas Safin. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved