Lawan Pinjol Ilegal, AFPI Sepakat Turunkan Bunga 50%

AFPI menyepakati untuk memangkas bunga pinjaman online (pinjol) hingga 50 persen, berlaku selama 1 bulan.

Editor: Vito
shutterstock.com
Fintech 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyepakati untuk memangkas bunga pinjaman online (pinjol) hingga 50 persen, berlaku selama 1 bulan.

Sekretaris Jenderal AFPI, Sunu Widyatmoko mengatakan, hal itu sebagai upaya seluruh anggota resmi dalam menghadapi pinjol ilegal.

"Kami selaku wakil industri perlu melakukan langkah-langkah agar industri ini lebih sehat. Karena itu, kami putuskan menurunkan untuk sementara tingkat biaya pinjaman, karena di dalamnya ada bunga dan lainnya hingga 50 persen," ujarnya, saat webinar, Jumat (22/10).

Sunu menuturkan, dalam aturan kode etik di industri pinjol atau financial technology (fintech) lending yakni bunga pinjaman tidak lebih dari 0,8 persen/hari. "Dengan itu, diputuskan turun 50 persen jadi 0,4 persen," katanya.

Menurut dia, ada konsekuensi akibat dari penurunan bunga pinjaman hingga 50 persen selama 1 bulan itu, yakni fintech lending harus benar-benar selektif memilih calon peminjam dengan melakukan seleksi lebih ketat, sehingga berpotensi menekan performa keuangan.

"Tentu saja efeknya bagi anggota kami adalah memilih peminjam dengan risiko rendah. Efeknya akan signifikan, kami harus menyesuaikan produk kami, manajemen risiko kami, sehingga kami putuskan berlaku selama 1 bulan," jelasnya.

Keputusan ini tidak mudah, sangat berat bagi anggota kami, tapi kami percaya bahwa pinjol ilegal dapat dihapus, ini bentuk kontribusi kami dengan berkorban," sambungnya.

Sunu menyatakan, keputusan pemangkasan tersebut baru diambil hari ini dan akan memerlukan waktu untuk berlaku secara efektif.

"Kapan berlakunya? Karena sebagai platform elektronik butuh waktu secara teknis dan SOP. Kami butuh waktu untuk implementasi," terangnya.

Di sisi lain, dia menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih memberlakukan moratorium atau pemberhentian untuk perusahaan fintech dapat izin baru. Hal itupun menyebabkan anggota AFPI turun dari sebelumnya 150 menjadi 106.

"Saat ini masih moratorium, OJK lakukan kajian terhadap perusahaan terdaftar untuk jadi berizin, butuh waktu lama untuk berizin. OJK minta anggota kami menyerahkan tanda (resmi) terdaftarnya, karena butuh waktu lama proses berizin, tapi bisa masuk lagi setelah proses moratorium berakhir," paparnya. (Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved