Breaking News:

Guru Berkarya

Memahami Keragaman, Keberagamaan, dan Kebhinekaan melalui VAK

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) merupakan mata pelajaran yang mengadakan penilaian dari berbagai aspek.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Purwiati Budisari SPd, Guru SMPN 2 Pulosari Kab Pemalang 

Oleh: Purwiati Budisari SPd, Guru SMPN 2 Pulosari Kab Pemalang

PENDIDIKAN Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) merupakan mata pelajaran yang mengadakan penilaian dari berbagai aspek. Penilaian atau evaluasi yang dilakukan dari berbagai aspek menuntut proses pembelajaran dilakukan secara variatif.

Proses pembelajaran yang dilakukan secara variatif dapat diterapkan ketika pelaksanaan pembelajaran dirancang lebih menarik dan menyenangkan. Guru sebagai pendidik diharapkan menghadirkan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dan menghindari proses pembelajaran yang menggunakan model lama serta membosankan.

Pemanfaatan cara konvensional dan usang akan memperburuk pada proses pembelajaran dapat mengakibatkan rendahnya minat mengikuti proses pembelajaran dan hasil belajar yang tidak sesuai harapan. Proses pembelajaran harus berbasis kebersamaan siswa dan keterlibatan siswa secara maksimal.

Fungsi guru sudah saatnya berubah dari seorang manajer dalam kelas dan center of learning menjadi mediator dan fasilitator. Pelibatan siswa dalam proses pembelajaran akan dapat menggugah minat dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dan maksimal disebut pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif akan menstimulan siswa untuk berkembang cara berfikirnya dan tanggung jawabnya.

Johnson yang dikutip oleh Isjoni (2012: 23) menjelaskan pembelajaran kooperatif adalah mengelompokkan siswa di dalam kelas ke dalam suatu kelompok kecil agar siswa dapat bekerja sama dengan kemampuan maksimal yang mereka miliki dan mempelajari satu sama lain. Salah satu model pembelajaran yang menerapkan prinsip pembelajaran kooperatif dan mengutamakan diskusi adalah VAK (Visualization,Auditory, Kinestethic).

Sugiyanto (2009: 101) mengungkapkan siswa memiliki kecenderungan atau gaya belajar yang berbeda, yaitu melalui tiga modalitas visual, audio, dan gerak yang dimiliki oleh setiap manusia. Ketiga modal tersebut akan dapat mempengaruhi terserapnya semua informasi yang didapatnya.

Dalam model pembelajaran VAK ini, guru akan memberikan motivasi untuk membangkitkan minat siswa terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Kemudian guru mengarahkan siswa untuk menemukan materi secara mandiri dan relevan dengan materi sebagai pengetahuan. Setelah itu guru membantu siswa dalam menerapkan dan memperluas pengetahuan yang mereka peroleh pada kegiatan belajar mengajar.

Sebagai seorang guru di SMP N 2 Pulosari Kabupaten Pemalang yang mengajar PPKN kelas 7, penulis memanfaatkan model pembelajaran VAK pada materi keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Pemanfaatkan media visual berupa video, disertai audionya dan gerak kerja siswa sangat tepat, karena adanya tindakan mengamati dan memetakan keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Pembagian fungsi model pembelajaan VAK adalah pertama yaitu Visualization berupa warna, gambar, peta dan diagram. Belajar harus menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat peraga. Kemudian Auditori, yang dimaksud di sini adalah belajar dengan cara mendengar.

Siswa yang bertipe auditory mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui pendengaran. Siswa dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendah suara), kecepatan berbicara dan hal-hal auditory lainnya.

Kinestetik yang dimaksud disini adalah belajar dengan cara bergerak, bekerja, menyentuh dan melakukan sesuatu. Siswa yang bergaya belajar kinestetik cenderung mudah menyerap dan mengolah informasi melalui sentuhan dan gerakan tubuh.

Perpaduan kelebihan yang dimiliki masing-masing siswa dalam diskusi kelompok dapat meningkatkan proses pembelajaran, pemahaman siswa terhadap materi dan hasil belajar yang maksimal. Peningkatan minat, motivasi dan hasil belajar siswa meningkat sangat signifikan dan sesuai harapan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved