Breaking News:

Berita Viral

Kasus Pembunuhan di Subang, Kades Blak-blakan Siapa Orang Pertama Temukan Jasad Tuti dan Amalia

Dia menegaskan hal itu karena ingin menjelaskan posisinya sebelum memberi keterangan pada publik terkait kasus Subang

Editor: muslimah
Tribun Jabar/Dwiki MV
Petugas kepolisian saat kembali mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Kasus pembunuhan di Subang sudah berlalu dua bulan lebih.

Selama itu banyak kabar simpang siur yang beredar. Baik di masyarakat maupun di media.

Kepala Desa (Kades) Jalancagak, Subang, Jawa Barat, Indra Zainal Alim diketahui aktif mengawal kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang ditemukan tewas di rumahnya yang ada di Desa Jalancagak. 

Dia mengaku mengawal kasus ini sejak awal karena dirinya juga merupakan keluarga korban.

Baca juga: Mbak Riska, Si Cantik di Wonogiri yang Tersorot Kamera Jualan Siomay, Cuma Buat Konten? Ini Faktanya

Baca juga: Prediksi Chelsea Vs Norwich City Liga Inggris, H2H, Susunan Pemain dan Link Live Streaming Mola TV

"Saya sekaligus keluarga korban, saya yang tahu persis di TKP dan di lapangan ketika ada pertama pemberitaan kejadian tentang pembunuhan (Tuti dan Amalia)," katanya dalam akun Youtube miliknya indra zainal chanel yang diunggah pada Jumat (22/10/2021). 

Dia menegaskan hal itu karena ingin menjelaskan posisinya sebelum memberi keterangan pada publik terkait kasus Subang. 

Dalam kesempatan itu dirinya ingin meluruskan kronologis penemuan jasad korban yang menurutnya kini, setelah dua bulan kasus Subang banyak informasi simpang siur di media terutama di Youtube. 

"Saya berharap penerangan kronologis ini akan berguna bagi sahabat-sahabat sekalian tentang menyikapi kasus ini," jelasnya. 

Meski yakin polisi tidak akan terpengaruh terkait berbagai opini publik di media, namun Indra mengaku khawatir dengan banyaknya opini publik bisa menghambat penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.

Karena menurutnya, kini banyak konten yang melebih-lebihkan omongan satu pihak dan akan membuat opini publik semakin liar. 

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved