Breaking News:

Berita Karanganyar

Soal Wacana Ganjil Genap, Ini Tanggapan Pelaku Usaha Wisata di Karanganyar

Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Karanganyar, Parmin berharap ada kelonggaran apabila sistem ganjil-genap

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Situasi arus lalu lintas di sekitar Pasar Wisata dan Terminal Tawangmangu Kabupaten Karanganyar pada Rabu (20/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Karanganyar, Parmin berharap ada kelonggaran apabila sistem ganjil-genap diberlakukan di kawasan wisata di Tawangmangu Kabupaten Karanganyar.

Parmin menyampaikan, hingga saat ini belum ada surat edaran resmi kaitannya dengan rencana penerapan ganjil-genap di kawasan wisata di Kabupaten Karanganyar seperti di Tawangmangu. 

Apabila kebijakan itu diberlakukan, Parmin sebagai pelaku usaha akan mendukung kalau itu demi kenyamanan bersama. Akan tetapi dia berharap ada kelonggaran.  

Semisal terhadap para wisatawan yang telah merencanakan kunjungan jauh hari dan telah memesan penginapan, kegiatan outbound, aktivitas sosial seperti menghadiri hajatan, dan aktivitas masyarakat sekitar.

"Mungkin itu bisa dipertimbangkan," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (23/10/2021). 

Dia menjelaskan, saat ini yang menjadi pertanyaan ialah ganjil genap itu diberlakukan untuk mempercepat penanggulangan corona atau mengurangi kemacetan di Tawangmangu. 

Apabila kebijakan itu untuk penanggulangan corona, dia mengklaim, hingga saat ini belum ada laporan kasus Covid-19 di objek wisata. Di sisi lain, beberapa kawasan wisata di Karanganyar kasus aktif Covid-19 rendah. Sementara itu apabila alasan ganjil genap untuk mengurangi kemacetan, menurutnya, bisa diterapkan rekayasa lalu lintas. 

"Hingga saat ini belum ada rembugan (pembahasan) soal ganjil genap. Teman-teman pelaku usaha siap apabila ada rembugan," ungkapnya. 

Parmin mengungkapkan, memang kawasan Tawangmangu padat dua minggu terakhir terutama saat Minggu. Menurutnya, kondisi tersebut dikarenakan objek wisata di daerah lain belum dibuka. Namun saat ini beberapa daerah telah membuka kembali objek wisatanya seperti di Gunung Kidul. 

"Hemat saya karena daerah lain objek wisata belum dibuka. Seperti Gunung Kidul dan Yogyakarta. Sehingga semua larinya ke Tawangmangu," ucapnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, belum menerima pemberitahuan secara lisan dari Dishub soal wacana ganjil genap. Akan tetapi dia cenderung tidak sependapat apabila itu diterapkan karena saat ini sedang dalam pemulihan ekonomi di kawasan wisata. Seperti okupansi penginapan di Tawangmangu mulai mengalami peningkatan. 

Di sisi lain, masyarakat juga belum begitu familiar dengan sistem ganjil genap.

"Kalau arahnya ke sana, saya tidak sependapat, Situasi ini sedang dalam pemulihan, langkah-langkah tumbuh," terangnya. (Ais).

Baca juga: Pengakuan Korban Pinjol Semarang : Jangan Hanya Karyawannya, Tapi Pemiliknya Juga Harus Ditangkap

Baca juga: Video 14 Pemandu Karaoke Terjaring Razia PPKM Dipulangkan ke Daerah Asal

Baca juga: Update Virus Corona Kota Semarang Sabtu 23 Oktober 2021

Baca juga: Penemuan Mayat Wanita dengan Kepala Tertutup Kantong Plastik: Dede Lemas Lihat Celana Korban

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved