Breaking News:

Festival Pasar Sehat UMKM Semarang

Susi Senang Produknya Laris Manis di Festival Pasar Sehat UMKM Semarang: Sehari Kantongi Rp 3 Juta

Susi Indriati tampak sibuk melayani para pembeli di Festival Pasar Sehat UMKM Semarang di Jalan Barito, depan Kantor Kecamatan Semarang Timur

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Iwan Arifianto
Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi saat membeli produk di Festival Pasar Sehat UMKM , di Kota Semarang, Sabtu (23/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Susi Indriati tampak sibuk melayani para pembeli di Festival Pasar Sehat UMKM Semarang di Jalan Barito, depan Kantor Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Sabtu (23/10/2021).

Tak hanya Susi,  sejumlah para pelaku UMKM yang mengikuti festival tersebut juga mengalami hal yang sama sibuk melayani pembeli.

"Iya sini ramai, buka dari pagi sampai ini tadi pukul 11 siang sudah laku banyak. Ini dapat Rp3 juta," jelas warga Bugangan itu kepada Tribunjateng.com.

Festival Pasar Sehat UMKM dicetusakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang telah dimulai pada bulan April 2021. Festival Pasar Sehat UMKM dilakukan secara bergilir di 16 Kecamatan. Sampai saat ini sudah digelar di 14 Kecamatan.

Tujuan diadakan festival tersebut untuk memicu geliat ekonomi, khususnya membantu membangkitkan bisnis UMKM.

"Kami sebagai pelaku UMKM mendukung festival ini apalagi di tengah pandemi ekonomi lagi sulit," katanya.

Ia menyebut, penjualan produk UMKM-nya turun drastis berupa olahan makanan seperti bandeng presto, botok, rempeyek, bacang, kolang-kaling, dan lainnya.

"Anjlok banget kemarin, jadi mumpung pandemi sudah reda, PPKM sudah Level 1 saatnya bangkit lagi," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Bambang Suranggono mengatakan, Festival Pasar Sehat UMKM Semarang yang digagas Wali Kota Semarang untuk pelaku UMKM di Kota Semarang agar memperoleh fasilitas berjualan dan promosi di tengah pandemi Covid-19.

Festival itu dilakukan bergilir tiap akhir pekan dilakukan di dua kecamatan. Saat ini sudah masuk ke Kecamatan ke 14 melibatkan anggota gerai koperasi tingkat Kecamatan. "Masing-masing tiap Kelurahan mendapatkan dua stand untuk mengikuti festival yang dilaksanakan di tingkat Kecamatan," katanya.

Ia mengatakan, nilai transaksi tiap stand bervariasi, misalnya festival Pasar Sehat UMKM di Kecamatan Pedurungan satu hari tiap stand capai Rp8 juta Rp24 juta.

"Ini yang membahagiakan kami bahwa teman-teman UMKM dapat memperoleh pendapatan tinggi dalam kegiatan offline market di Festival Pasar Sehat UMKM," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong para UMKM memasarkan produknya secara online melalui platform UMKM Dasaran67 yang sudah tergabung hampir 1 ribu pelaku UMKM yang dilaunching pada September 2021.

"Kami sediakan pula katalog eletronik produk gerai usaha mikro lokal online (gula asem) sampai saat ini ada 900 lebih pelaku UMKM yang tergabung. Di kanal itu konsumennya adalah 42 OPD Pemkot Semarang yang tahun ini nilai transaksinya Rp102 miliar," jelasnya. (*)

Baca juga: Satlantas Polres Karanganyar Amankan Satu Mobil Knalpot Brong, Suaranya Meledak-ledak

Baca juga: Pemkab Kebumen Akui Peran Pesantren dalam Pengendalian Covid 19

Baca juga: Peringati Hari Santri Nasional, TNI AL dan Banser Tegal Tanam Mangrove

Baca juga: Not Angka Pianika Armada Pemilik Hati Mencoba Lupakan Tapi Ku Bertahan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved