Breaking News:

Berita Pati

Target Turun Level PPKM, Pemkab Pati Gelar Vaksinasi Massal di Stadion Joyokusumo

Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan vaksinasi massal di Stadion Joyokusumo, Sabtu-Minggu (23-24/10/2021).

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto saat meninjau kegiatan vaksinasi massal di Stadion Joyokusumo, Sabtu (23/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan vaksinasi massal di Stadion Joyokusumo, Sabtu-Minggu (23-24/10/2021).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka melakukan percepatan vaksin demi menurunkan level PPKM di Kabupaten Pati.

Saat ini, PPKM yang berlaku di Pati ialah Level 3 karena capaian vaksinasi belum mencapai 50 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr Aviani Tritanti Venusia menyebut, sejauh ini capaian vaksinasi di Pati baru 41,54 persen dari total 1,05 juta sasaran.

"Adapun untuk kegiatan hari ini awalnya kami targetkan (menyuntikkan) 1000 dosis vaksin, tapi animo masyarakat tinggi, sehingga kami tambah jadi 1.500 dosis dan habis," ujar dia, Sabtu (23/10/2021).

Ia mengatakan, setelah di Stadion Joyokusumo, kegiatan vaksinasi massal akan dilanjutkan ke tempat lain.

Di Alun-Alun Tayu pada Selasa (26/10/2021), Bundaran PG Trangkil pada Kamis (28/10/2021), dan pada Sabtu (30/10/2021) di Lapangan Desa/Kecamatan Kayen.

Ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di Stadion Joyokusumo, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa pihaknya memang tengah menggalakkan kegiatan vaksinasi.

"Ini upaya pemerintah dalam rangka mempercepat vaksin karena indikator level PPKM saat ini adalah capaian vaksin. Dulu level 2, karena belum 50 persen menjadi level 3. Karena itu kami minta kesadarannya agar masyarakat yang belum vaksin bisa menghubungi faskes, baik Puskesmas maupun rumah sakit," ujar dia.

Haryanto meminta masyarakat agar tidak perlu meragukan jenis vaksin tertentu.

"Tidak perlu persoalkan jenis vaksinnya apa. Astra Zeneca, Pfizer, Moderna, Sinovac, dan lain-lain. In syaa Allah semua halal, semua aman, saya belum pernah dilapori ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau tiba-tiba pingsan setelah disuntik," ujar dia.

"Karena sebelum disuntik pasti discreening dulu, dicek apakah ada penyakit penyerta atau tidak, tidak tiba-tiba orang datang langsung disuntik," tandas Haryanto. (mzk)

Baca juga: Hilang Diculik Selama Setahun, Remaja Madiun Ditemukan Sudah Melahirkan di Sleman

Baca juga: Tia Hendi Tingkatkan Packaging Produk UMKM Karya Disabilitas Semarang

Baca juga: Cerita Perjuangan Yusuf Widiyanto Atlit Wushu Jateng Peraih Emas di PON Papua

Baca juga: Saipul Jamil Akan Polisikan Pihak-Pihak yang Masih Menyebutnya Pedofil dan Predator Seks

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved