Breaking News:

Berita Pendidikan

Guru Honorer Lulus Passing Grade PPPK Tahap 1, Tapi Tak Ada Formasi, PGRI Jateng: Tak Perlu Tes Lagi

Tahapan seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahap 2 akan dimulai dalam waktu dekat ini.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jateng, Muhdi 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Tahapan seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahap 2 akan dimulai dalam waktu dekat ini.

Jadwal tahap kedua yang awalnya akan dimulai 24 Oktober 2021, namun ternyata mengalami pengunduran jadwal dikarenakan proses administrasi peserta yang lulus tahap pertama seleksi PPPK belum rampung.

Pada tahap kedua ini, Pengurus Provinsi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah meminta agar pemerintah memberikan kekhususan bagi guru honorer yang lulus passing grade PPPK 2021 tahap 1, namun tidak memperoleh formasi.

Baca juga: Kondisi Banyak Pemain Kurang Prima, PSIM Yogyakarta Yakin Raih 3 Poin atas Persijap Jepara

Baca juga: Meski Banyak Desa di Kudus Berstatus Zona Hijau, Prokes Tetap Diminta Diterapkan

Baca juga: PSIS Semarang Berencana Panggil Imran Nahumarury Terkait Surat Pengunduran Diri

"Problemnya masih banyak (seleksi rekrutmen PPPK). Ada yang lolos passing grade, tetapi tidak dapat tempat (formasi). Itu banyak," kata Muhdi, Minggu (24/10/2021).

Ia berharap agar guru honorer yang telah mengikuti tes seleksi pada tahap 1 dan lulus passing grade, supaya tidak perlu mengikuti tes lagi.

"Mereka yang sudah lulus, artinya sudah mempunyai tiket. Mereka kan belum dapat formasi, kami harap mereka diberi alternatif. Dicarikan formasi yang masih kosong. Tiket sudah lolos itu bisa dimanfaatkan," tegasnya.

Langkah tersebut sebagai upaya untuk menyelematkan guru honorer yang sudah lama mengabdi di sekolah negeri.

Jangan sampai, mereka mengikuti tes lagi pada tahap 2 yang akan diikuti guru swasta, lulusan pendidikan profesi guru (PPG), dan peserta yang belum pernah mengajar tetapi memiliki sertifikat pendidikan (serdik).

Muhdi meminta agar pemerintah bisa mendata para guru honorer dan mencarikan formasi yang masih kosong. Toh pemerintah membuka satu juta formasi untuk guru honorer, namun pemerintah daerah hanya mengajukan setengahnya.

Dari 1.002.616 formasi guru PPPK yang disediakan pemerintah pusat, hanya 506.252 yang diajukan pemerintah daerah.

Dari jumlah 506.252 formasi, hanya 322.665 yang mendapatkan pelamar pada rekrutmen gelombang pertama yang telah diumumkan baru-baru ini.

Baca juga: Ngarijo Senang Rumah Reot Peninggalan Orangtuanya di gunungpatI Semarang Diperbaiki Polisi

Baca juga: Tarik Minat Wisatawan, Taman Balekambang Solo Selenggarakan Pasar Seni dan Budaya

Baca juga: PSIS Semarang Berencana Panggil Imran Nahumarury Terkait Surat Pengunduran Diri

"Artinya kan ada 500 ribu formasi (yang belum diajukan pemerintah daerah), yang masih kosong itu bisa diisi. Yang terpenting tidak perlu tes lagi, langsung masuk," ucap Muhdi.

Pihaknya khawatir jika guru honorer tidak difasilitasi dengan baik, masalah kelangkaan guru tidak akan pernah bisa diatasi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved