Breaking News:

Berita Semarang

Sebanyak 70 Rumah Rusak Ringan Akibat Diterjang Angin Kencang di Kabupaten Semarang

Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Kamis (21/10) pukul 17.00 WIB.

Penulis: hermawan Endra | Editor: rival al manaf
Dokumentasi Pribadi
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Kamis (21/10) pukul 17.00 WIB berdampak pada sejumlah hunian warga. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Kamis (21/10) pukul 17.00 WIB berdampak pada sejumlah hunian warga.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. mengatakan sebanyak 70 rumah mengalami rusak ringan akibat fenomena cuaca esktrim ini.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang terdapat dua desa yang terdampak yakni Desa Kauman Lor dan Desa Pabelan yang terletak di Kecamatan Pabelan.

Dilokasi ini, dilaporkan terdapat 70 KK yang terdampak.

Baca juga: Dampak Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, 12 Pohon di 9 Titik di Kota Semarang Tumbang

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang 6 Desa di Kecamatan Jatinegara Tegal, Ratusan Rumah Warga Rusak

Baca juga: Gempa Salatiga: Terjadi 22 Gempa Susulan, Puluhan Pasien RSUD Ambarawa Dievakuasi

Dilaporkan sementara, para warga memilih tinggal di rumah keluarga terdekat sambil menunggu rumahnya diperbaiki. Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

Sesaat setelah kejadian, BPBD Kabupaten Semarang bersama tim gabungan segera melakukan kaji cepat dan berkoordinasi untuk melakukan evakuasi terhadap warga.

Selain melakukan penanganan darurat, tim gabungan juga bekerjasama memberikan bantuan kepada warga untuk membersihkan material yang terbawa saat terjadi angin kencang.

Hasil prakiraan cuaca BMKG menunjukan Kabupaten Semarang masih berpotensi turun hujan hari ini (22/10), dengan kecepatan angin berkisar 10 - 20 km/Jam. 

Baca juga: Mengenal Metode Blended Learning SMPN 32 Semarang untuk Pencegahan Penularan Covid-19

Baca juga: Video Kecelakaan Tol Semarang, Truk Kontainer Tak Kuat Nanjak Hantam 3 Mobil Satu Pikap

Merujuk hasil analisa InaRISK, Kabupaten Semarang memiliki potensi risiko cuaca ekstrim dengan kategori sedang hingga tinggi.

Dengan ini, BNPB menghimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan.

Mengingat masa peralihan musim (pancaroba) dapat mimicu terjadinya potensi risiko bencana hidromeorologi yang dipicu faktor cuaca. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved