Breaking News:

Karaoke

Belasan Wanita Pemandu Karaoke Batursari Pati Dipulangkan ke Daerah Asal

Pemerintah Kabupaten Pati memulangkan 14 Pemandu Karaoke (PK) atau Lady Companion (LC) yang terjaring razia Satpol PP, Senin (25/10/2021).

istimewa
Bupati Pati Haryanto memberikan tiket kendaraan umum dan uang saku untuk memulangkan para Pemandu Karaoke (PK) atau Lady Companion (LC) yang terjaring razia Satpol PP, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati memulangkan 14 Pemandu Karaoke (PK) atau Lady Companion (LC) yang terjaring razia Satpol PP, Senin (25/10/2021).

Untuk diketahui, mereka terjaring razia PPKM di tempat karaoke yang berada di area prostitusi Batursari, Kecamatan Batangan, Sabtu (23/10/2021) dini hari lalu.

Adapun 14 orang tersebut seluruhnya warga luar daerah.

Sembilan berasal dari Lampung, dua dari Palembang, satu dari Jepara, satu dari Magelang, dan satu dari Bandung.

Sebelum dipulangkan, mereka dites swab.

Hasilnya negatif, namun mereka diinapkan selama dua hari di Ruang Wijaya Kusuma (WK) RSUD RAA Soewondo Pati untuk transit sementara.

Hari ini mereka diberi tiket kendaraan umum dan sejumlah uang saku sebagai bekal pulang ke kampung halaman.

Prosesi pemulangan dilakukan oleh Bupati Pati Haryanto di depan Ruang WK RSUD Soewondo, disaksikan oleh jajaran Forkopimda, Ketua PCNU Pati Kiai Yusuf Hasyim, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati Kiai Ahmad Khoiron.

Bupati Haryanto menegaskan bahwa pemulangan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terkait upaya pencegahan dan antisipasi persebaran Covid-19. 

Selain itu hal ini juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dan para tokoh agama untuk menutup seluruh tempat prostitusi dan tempat hiburan karaoke ilegal di Pati.

"Diiringi permohonan maaf setulus-tulusnya, Mbak-Mbak dari Palembang, Lampung, dan Bandung ini terpaksa kami pulangkan. Kami beri tiket dan sedikit uang uang saku untuk perjalanan mereka sampai tiba di rumah," jelas dia.

Haryanto menambahkan, para pemandu karaoke yang daerah asalnya Lampung dan Palembang juga dikawal oleh petugas Dinas Perhubungan. 

Hal ini untuk mencegah mereka turun di tengah perjalanan.

"Tujuan kami menyelamatkan semua pihak di masa pandemi ini. Terlebih, Anda semua ini masih dalam kategori usia produktif. Jadi 'eman-eman' (kalau bekerja sebagai LC di karaoke ilegal). Sebab perjalanan hidup masih panjang. Maka, berupayalah mencari pekerjaan yang halal dan tidak melanggar aturan pemerintah," ujar Haryanto memberi nasihat pada para LC yang terjaring razia.

Sebelum diberangkatkan, mereka juga mendapat wejangan dari Ketua FKUB Pati Kiai Ahmad Khoiron, serta didoakan oleh Ketua PCNU Pati Kiai Yusuf Hasyim. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved