Breaking News:

Pelayanan Publik

Dukcapil Sragen Bikin Layanan Akta Kematian Langsung Jadi

Pemkab Sragen melayani pembuatan akta kematian langsung jadi saat ada warga meninggal dunia.

istimewa
Petugas ketika menyalurkan berkas Akta Kematian, KTP-el, dan KK kepada keluarga yang berkabung. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen telah menerapkan inovasi di bidang administrasi kependudukan (Adminduk) berupa program Pelita.

Program Pelita ini kepanjangan dari Pelaporan Kematian Langsung Terbit Akta. Pelita akan diberikan kepada keluarga yang sedang berkabung sebelum jenazah dikebumikan.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Sragen, Adi Siswanto mengatakan selain akta kematian juga diberikan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), KTP-el.

Adi menyampaikan program inovasi yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2020 tersebut guna mempermudah masyarakat Sragen dalam mengurus akta kematian.

Selain itu, program ini juga bermanfaat bagi Dispendukcapil Sragen dalam mengetahui laporan kematian secara real time.

Untuk mekanisme program Pelita ini, pelapor atau petugas registrasi Desa/Kelurahan melaporkan peristiwa kematian dengan cara mengirimkan berkas.

Berkas tersebut berupa permohonan kepada petugas Dispendukcapil melalui nomor konsultasi dan pelaporan Pelita adalah nomor whatsapp (WA) 0821 3830 2150.

"Petugas Dispendukcapil Kabupaten Sragen akan melakukan verifikasi dan validasi permohonan pelaporan dan berkas-berkas sesuai persyaratan," kata Adi, Senin (25/10/2021).

Dokumen kependudukan diberikan dengan dua opsi, yaitu petugas Dispendukcapil mengirimkan dokumen kependudukan dengan format pdf kepada pelapor atau petugas registrasi Desa/Kelurahan.

Selanjutnya petugas registrasi Desa akan mencetak dokumen kependudukan berupa KK dan Kutipan Akta Kematian secara mandiri. Sementara untuk dokumen KTP-el dapat dicetak di Kecamatan.

Opsi kedua yakni pelapor atau petugas registrasi Desa/Kelurahan mengambil dokumen kependudukan (KK, KTP-el dan Kutipan Akta Kematian) di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Sragen.

"Di KTP-el, perubahan status perkawinannya dapat diproses kurang dari 24 jam saja. Selanjutnya KK dan KTP-el yang baru diserahkan kepada ahli waris atau keluarga yang bersangkutan, sebelum jenazah dikebumikan," terangnya.

Untuk syarat, mengajukan permohonan pencatatan kematian, surat keterangan kematian dari dokter atau Kepala Desa/Lurah, dan foto copy KK dan KTP-el yang meninggal.

Layanan Pelita ini selain mempermudah mengurus akta kematian, juga untuk mencegah penyalahgunaan data almarhum/almarhumah, data penduduk akurat.

Selain itu mengurus penetapan ahli waris, mengurus pensiunan janda atau duda, mengurus klaim asuransi, perbankan, peralihan hak properti dan syarat nikah kembali. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved