Berita Nasional

KASAL Laksamana TNI Yudo Margono Kerahkan Puluhan Kapal Perang Ke Laut Jawa

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengerahkan puluhan kapal perang ke Laut Jawa untuk melaksanakan uji peperangan memanfaatkan teknologi.

Editor: m nur huda
HANDOUT
Pangkogabwilhan I Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono memimpin apel gelar pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna, Jumat (3/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengerahkan puluhan kapal perang ke Laut Jawa untuk melaksanakan uji peperangan memanfaatkan teknologi.

Melansir dari laman tnial.mil.id, pada Sabtu (23/10/2021), telah dilepas Laksamana TNI Yudo Margono, unsur-unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang tergabung dalam Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI AL Tahun 2021 memasuki tahap Gerakan Menuju Sasaran Satu (GMS I).

Dalam rangka menuju daerah pendaratan harus melewati rintangan dari serangan musuh di tengah laut berupa serangan dari bawah air, permukaan dan udara, demikian salah satu skenario Latopsfib TNI AL di Dabo Singkep tahun ini.

Manuvra dalam GMS I ini sejumlah KRI melaksanakan kegiatan antara lain, anti submarines warfare exercise, air deffense excersice dengan sasaran simulasi formasi pesud TNI AL Bonanza, anti air rapid open fire exercise dengan simulasi serangan udara musuh, dan anti surface warfare exercise.

Kegiatan serial latihan ini disaksikan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Para Pejabat Utama Mabesal dan Para Pangkotama TNI AL serta rencananya para anggota DPR RI dari Komisi I akan on board di Kapal Markas KRI Makassar-590.

Menurut KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, bahwa TNI AL yang menganut Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dimana hal ini sarat terhadap teknologi (Heavy of Technology) baik teknologi kapal perang, pesawat udara, kendaran tempur Marinir, konsekuansinya SDM TNI AL harus mumpuni.

Setiap Alutsista atau persenjataan harus selalu diupgrade sesuai dengan teknologi terkini.

Menciptakan kemampuan TNI AL yang tangguh, profesional dan modern, peran SDM merupakan kunci utama, mengingat filosofi TNI AL bukan manusia yg dipersenjatai, tetapi senjata yg diawaki, untuk itu manusianya (SDM) harus adjustable cepat menyesuaikan dengan persenjataan yang sarat teknologi.

Personel TNI AL dituntut memiliki kemampuan dalam bidang teknologi sebagai pengawak Alutsista berteknologi sesuai bidangnya masing-masing.

Dalam serial latihan ini, menunjukkan profesionalisme para prajurit TNI AL dalam mengoperasikan Alutsista, sehingga prajutit TNI AL mampu sebagai pengawak kekuatan teknologi, kemampuan ini sekaligus menunjukan kekuatan TNI AL.

Melansir dari video yang diunggah Instagram @tni_angkatan_laut, salah satu KRI yang terlibat adalah KRI Raden Eddy Martadinata 331.

Melansir dari Wikipedia, KRI Raden Eddy Martadinata-331 merupakan kapal PKR SIGMA 10514 pertama yang dibangun di galangan kapal dalam negeri PT PAL Indonesia, bekerja sama dengan perusahaan kapal Belanda Damen Schiede Naval Ship Building (DSNS).

KRI RE Martadinata-331 menjadi kapal kelima yang menerapkan teknologi SIGMA.

Kapal fregat kombatan ini berdimensi panjang:105 meter,lebar:14 meter dan mampu melaju hingga kecepatan 28 knot.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved