Breaking News:

Berita Sragen

Palang Pintu Manual di Perlintasan KA Bedowo Jetak Sragen Akan Dibikin Otomatis Tahun Depan

Palang pintu manual di perlintasan KA di Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen direncanakan akan berganti palang pintu otomatis.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Sejumlah pengendara ketika menunggu kereta api melintas di Perlintasan KA Bedowo, Desa Jetak, Sidoharjo Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Palang pintu manual di perlintasan Kereta Api (KA) di Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen direncanakan akan berganti palang pintu otomatis.

Palang pintu otomatis tersebut akan diupayakan Pemkab Sragen awal tahun 2022. Menunggu hal ini terealisasi, Pemkab meminta pihak desa untuk menyiapkan penjaga.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan palang perlintasan KA di Desa Jetak itu akan dijaga masyarakat sampai akhir tahun. 

Baca juga: Hartopo Beri Peluang Difabel yang Punya Kemampuan Kerja untuk Masuk Instansi Swasta dan Pemerintahan

Baca juga: Alasan Agus Semarang Bunuh Pacar di Kendal, Mayat Tanpa Busana Dibuang ke Hutan Geyer Grobogan

Baca juga: Reseller Online Bertambah Saat Pandemi, Produsen Sirup Parijoto Raup Kenaikan Penjualan Berliipat

Baru setelah Januari 2022 dijaga dari petugas di bawah pemerintah daerah. Selain itu Pemkab Sragen juga mengupayakan diadakan palang otomatis.

"Kalau untuk Pemkab nanti kita rekrut dan training dulu petugasnya. Nanti dari desa pun akan ada simulasi singkat soal perkeretaapian," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jetak, Siswanto mengatakan pengadaan palang pintu manual merupakan upaya dari PT KAI. Untuk palang pintu otomatis akan diupayakan Bupati Yuni.

Siswanto mengatakan belum bisanya diupayakan palang pintu otomatis saat ini ialah karena terhalang anggaran yang tidak bisa cair dalam waktu dekat.

"Kalau hasil musyawarah kemarin APBD sudah tidak bisa menganggarkan, pada Januari 2022 Bupati akan kirim surat ke Ditjen Perkeretaapian meminta palang otomatis dan penjaganya dari dishub akan merekrut karyawan," kata Siswanto, Senin (25/10/2021).

Meskipun baru palang pintu manual, Siswanto mengaku sangat bersyukur karena ada solusi dibalik sejumlah deretan kecelakaan di KA Bedowo tersebut

Sejak dirinya menjabat 2014, setidaknya ada sebanyak lima kali kecelakaan dengan korban jiwa. Dirinya mengaku terbebani karena insiden tersebut karena KA Bedowo berada di wilayah kepemimpinannya.

"Sejak 2014 itu ada lima kejadian dan semua meninggal dunia. Saya sendiri beban moral karena di wilayah saya," katanya.

Siswanto mengaku, sebelumnya ada dua perlintasan di wilayahnya. Satu berada di jalan desa dan satu berada di jalan kabupaten yakni KA Bedowo ini.

Di perlintasan desa, Siswanto mengaku juga pernah ada korban jiwa yakni satu orang. Sejak memakan korban, pihaknya langsung menutup perlintasan di jalan desa.

Baca juga: Pasca Laga Persipura Jayapura vs Barito Putera di Liga 1 2021, JFT: Tim Sedang di Titik Terendah

Baca juga: Pembangunan Mal Pelayanan Publik Kudus Ditarget Selesai Akhir Tahun

Baca juga: Inilah Sosok Gilang Karanganyar Mahasiswa UNS Solo Meninggal Saat Jalani Diklat Menwa

"Dulu ada dua perlintasan KA tanpa palang pintu KA, satu di jalan desa dan satu di jalan kabupaten, yang ada di jalan desa kami tutup setelah ada satu korban," katanya.

Dengan adanya palang pintu manual di KA Bedowo ini dirinya tentu berharap tidak ada lagi kecelakaan, terlebih memakan korban jiwa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved