Breaking News:

Berita Pekalongan

Wali Kota Pekalongan Kukuhkan 30 Siswa SMP N 14 Jadi Agen Perubahan Anti Bullying

Bullying atau perundungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi
Dok Kominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat mengukuhkan 30 pelajar SMPN 14 jadi agen perubahan bullying, di aula SMPN setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Bullying atau perundungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah, untuk mencegah terjadinya perundungan di dunia pendidikan, salah satunya dengan kegiatan roots day, sebuah program pencegahan berbasis siswa dengan mengandalkan siswa yang berpengaruh, mereka pun disebut sebagai agen perubahan.

Oleh karena itu, sebanyak 30 orang pelajar SMP Negeri 14 Kota Pekalongan dikukuhkan sebagai agen perubahan anti Perundungan.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan menyampaikan apresiasi atas pengukuhan agen perubahan anti bullying.

Menurutnya, kegiatan ini jika ditindaklanjuti dan dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka hal ini akan menjadi awal tonggak anti bullying di Kota Pekalongan terutama di lingkungan sekolah. 

"Di SMPN 14 Pekalongan baru saja kami kukuhkan agen perubahan stop bullying, dimana perannya tidak hanya guru, komite, maupun pengajar, tetapi justru ada 30 orang siswa sebagai agen perubahan stop bullying yang dipilih dan dipercaya oleh teman-temannya sendiri," kata Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan saat memberikan sambutan di acara pengukuhan agen perubahan anti bullying di aula SMP setempat, Senin (25/10/2021).

Pihaknya berharap, usai dikukuhkannya agen anti bullying siswa tersebut dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dalam menghentikan kasus-kasus bullying di lingkungan sekolahnya.

Aaf menyebutkan, kasus bullying yang terjadi memiliki tingkatan yaitu ringan, sedang, dan berat. Terlebih, kasus bullying berat bisa menimbulkan trauma yang berkepanjangan pada siswa yang dibully baik secara fisik maupun non fisik.

"Efek bullying ini efeknya sangat luar biasa, terlebih tingkatan bullying yang berat ini yang bisa menimbulkan trauma yang berkepanjangan."

"Hal ini tidak kita harapkan, sehingga mudah-mudahan mulai hari ini dengan adanya deklarasi dan pengukuhan agen perubahan anti bullying di SMPN 14 Pekalongan bisa ikuti oleh sekolah-sekolah yang ada di Kota Pekalongan dalam mencegah adanya kasus bullying di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, orangtua terhadap siswa, maupun antar siswa," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved