Breaking News:

Berita Karanganyar

DKK Karanganyar Ingatkan Masyarakat Waspadai Leptospirosis

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mengimbau kepada masyarakat supaya mewaspadai penyakit leptospirosis saat memasuki musim penghujan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Kasi P2P DKK Karanganyar, Winarno.  

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mengimbau kepada masyarakat supaya mewaspadai penyakit leptospirosis saat memasuki musim penghujan. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari DKK Karanganyar, tercatat ada 9 kasus dan 3 kematian akibat penyakit leptospirosis di Kabupaten Karanganyar hingga pekan ke-40. Sedangkan pada pekan ke-27, tercatat ada enam kasus dan 2 kematian akibat leptospirosis

Adapun kasus leptospirosis hingga pekan ke-40 tersebar di wilayah Colomadu, Jaten, Gondangrejo, Kebakkramat, Tasikmadu dan Jatipuro. Sedangkan tiga kematian akibat leptospirosis terjadi di wilayah kerja Puskesmas Jaten I, II dan Jatipuro. 

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Karanganyar, Winarno menyampaikan, kasus kematian terakhir akibat leptospirosis terjadi di wilayah Kecamatan Jatipuro pada akhir Juli 2021. Pihak DKK telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di lingkungan tempat tinggal yang bersangkutan. 

Seorang petani tersebut diketahui memiliki luka di jari kaki akibat kutu air. Dari hasil PE, ditemukan tikus di tujuh rumah yang berdekatan dengan petani tersebut. Akan tetapi tidak ada gejala klinis leptospirosis yang dialami tetangganya. 

"Bagi seseorang yang punya luka agar ditutup untuk mencegah infeksi bakteri leptospirosis yang ada di air (sawah, selokan air di sekitar rumah)," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (26/10/2021). 

Winarno mengimbau kepada masyarakat, apabila merasakan gejala klinis leptospirosis supaya segera periksa ke faskes terdekat. Misal ada gejala deman, mata kekuningan dan nyeri di betis.

Dia menjelaskan, bakteri leptospira yang menjadi penyebab leptospirosis tidak hanya ada di air kencing tikus. Melainkan juga bisa ada di hewan ternak dan piaraan. Pihaknya menyarankan apabila membeli hewan piaraan hindari dari daerah endemis leptospirosis

Di sisi lain masyarakat diimbau supaya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah potensi terpapar leptospirosis

"Jaga kebersihan diri dan lingkungan rumah, maupun tempat kerja, untuk mencegah tikus agar tidak ada di lingkungan rumah maupun tempat kerja. Sehingga meminimalisir kontaminasi bakteri leptospirosis dari air kencing tikus," jelasnya. (Ais). 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved