Breaking News:

Berita Kudus

Penjelasan Pemkab Kudus Masih Kesulitan Bangun Museum Patiayam

Pemerintah Kabupaten Kudus masih kesulitan untuk melakukan perluasan Museum Purbakala Patiayam.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Bupati Kudus HM Hartopo saat meninjau Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Jekulo, Kudus, Selasa (26/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus masih kesulitan untuk melakukan perluasan Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Jekulo, Kudus. Sebab, tanah yang ditempati museum masih menjadi milik desa.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pengembangan maupun pembangunan agar museum lebih representatif sebenarnya bisa.

Hanya saja tidak bisa kalau dibangun menggunakan dana cukai atau DAK.

"Karena kalau dibangun sebenarnya bisa. Kalau dianggarkan dana cukai dan DAK tidak bisa. Harus pakai APBD. Kalau APBD bisa tapi sistemnya sewa. Selama ini kan sewa. Harapan kami dari kepala desa atau desa mau menghibahkan tanah, langsung kami bangun dari dana cukai atau DAK bisa. Kami lebih leluasa," kata Hartopo saat meninjau Museum Purbakala Patiayam, Selasa (26/10/2021).

Sementara untuk saat ini, jika dibebankan APBD belum bisa. Sebab, katanya, saat pandemi kali ini APBD minus.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Mutrikah mengatakan, karena belum bisa melakukan perluasan bangunan museum, maka pihaknya hanya bisa melakukan kegiatan yang sifatnya konservatif. Selain itu, juga upaya agar benda yang tersimpan di museum tetap terawat.

"Supaya ke depan masih tetap bisa untuk kegiatan penelitian dan pendidikan," kata dia.

Dia melanjutkan, setiap tahun pihaknya juga telah mengusulkan untuk perluasan bangunan museum.

"Kami setiap tahun sudah upayakan untuk usulkan. Kami cantolkan terus di anggaran, karena ini situasi keuangan apalagi kena pandemi jadi lepas terus," katanya.

Diketahui, sampai saat ini benda yang tersimpan di museum tersebut mencapai sekitar 10 ribu fragmen dari fosil purba. Tercatat ada fragmen fosil biota laut maupun darat. Usianya pun ditaksir dua juta tahun.

"Gajah purba, kijang, biota laut ada kerang, fragmen hiu, kuda nil," kata dia.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved