Breaking News:

Berita Tegal

Salurkan 1.200 Liter BBM Berkualitas per Hari, Pertamina Target Satu Desa Ada Pertashop

Mempermudah masyarakat untuk mendapat bahan bakar minyak (BBM) berkualitas, PT Pertamina (Persero) menargetkan menambah jumlah Pertashop sebanyak-bany

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Mempermudah masyarakat untuk mendapat bahan bakar minyak (BBM) berkualitas, PT Pertamina (Persero) menargetkan menambah jumlah Pertashop sebanyak-banyaknya lebih khusus menyasar di tiap Desa terdapat satu outlet Pertashop. 

Informasi tersebut disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho, saat meninjau salah satu outlet Pertashop di Bandasari, Jalan raya Karanganyar, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Selasa (26/10/2021). 

Pertashop yang baru beroperasi pada Maret 2021 ini, mampu menyalurkan BBM harian dengan rata-rata hingga 1.200 liter per hari. 

Melihat potensi yang cukup bagus, Pertamina terus menggali potensi kecamatan atau kelurahan dan desa lainnya, baik di Tegal maupun lebih luas di daerah lain untuk mendirikan Pertashop. 

Salah satunya adalah menjalankan skema kemitraan dengan pegusaha lokal untuk berinvestasi Pertashop.

"Saat ini sudah terdapat 642 Pertashop yang beroperasi di wilayah provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Rincian 82 di antaranya berada di sekitar Tegal Raya, yaitu 16 di kabupaten Tegal, 24 di kabupaten Pemalang, 3 di kota Pekalongan, 14 di kabupaten Pekalongan, dan 25 di kabupaten Brebes," jelas Brasto, pada Tribunjateng.com, Selasa (26/10/2021).

Dikatakan, Pertashop merupakan lembaga penyalur produk-prdoduk Pertamina dengan skala kecil yang resmi dioperasikan oleh Pertamina, utamanya untuk daerah yang belum terjangkau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Sementara Pertashop khusus menyediakan produk BBM berkualitas dari Pertamina seperti Pertamax untuk BBM jenis gasoline dan Dexlite untuk BBM jenis gasoil. 

Menurut Brasto, tingginya rata-rata penyaluran Pertamax di Pertashop Bandasari menunjukkan adanya kebutuhan BBM berkualitas oleh masyarakat.

"Kami telah membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola SPBU mini atau Pertashop yang tentu nilai investasinya lebih rendah, dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan. Target beberapa tahun kedepan tentu menambah Pertashop sebanyak-banyaknya, kalau bisa kami targetkan satu desa ada satu Pertashop," ujarnya. 

Sementara itu, Pengelola Pertashop Bandasari Adi Nugroho mengungkapkan, dalam proses pembangunan Pertashop yang ia kelola hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan. 

Tidak membutuhkan waktu yang lama, memakan waktu hanya dipengurusan pembebasan lahan saja, sementara untuk perizinan dan lain-lainnya lancar tidak ada kendala. 

Adi bercerita, modal awal untuk membuat Pertashop sekitar Rp 250 juta, biaya tersebut belum termasuk lahan yang untuk membangun dan lain-lain. 

"Beroperasi sejak Maret, dan rata-rata per hari bisa 900-1.200 liter BBM, alhamdulillah respon positif dan kendaraan didominasi sepeda motor. Ya kalau bahas nutup atau tidak ya alhamdulillah masih untung," ungkapnya. (dta)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved