Breaking News:

Berita Pekalongan

Wali Kota Aaf Dorong Vaksinasi Jadi Syarat Suksesnya PTM

Dengan dimulainya PTM terbatas di sekolah-sekolah, penerapan prokes harus makin ketat.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Kominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan sosialisasi kesiapan sekolah dalam menghadapi PTM yang diselenggarakan oleh RSUD Bendan Pekalongan melalui zoom meeting, di ruang Wali Kota Pekalongan, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dengan di mulainya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah-sekolah pada wilayah PPKM level 1-3, maka penerapan protokol kesehatan pun harus semakin ketat dilaksanakan.

Selain dengan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan menghindari kerumunan), vaksinasi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan PTM terlaksana dengan aman.

Oleh karena itu, pemberian vaksinasi kepada tenaga pendidik, pelajar, dan masyarakat umum lainnya perlu dipercepat.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, mayoritas orangtua peserta didik banyak yang menginginkan anaknya untuk bisa segera bersekolah tatap muka.

Namun, yang perlu menjadi catatan adalah jangan sampai sekolah tatap muka ini menjadi klaster baru penularan virus Covid-19.

Mengingat, saat ini Kota Pekalongan untuk kasus Covid-19 sudah mulai sangat kondusif. Terbukti, keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian kamar di rumah sakit sudah mulai kosong.

"Peran dari semua pihak ini sangat penting, tidak hanya dari pemerintah, Dinas Pendidikan, ataupun Dinas Kesehatan saja untuk mengatur pelaksanaan prokes. Paling lebih penting adalah peran guru dan orangtua yang harus dilibatkan dalam mengawasi anak-anak untuk tetap disiplin menerapkan prokes baik pada saat di lingkungan sekolah maupun saat di luar sekolah," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan sosialisasi kesiapan sekolah dalam menghadapi PTM yang diselenggarakan oleh RSUD Bendan Pekalongan melalui zoom meeting, di ruang Wali Kota Pekalongan, Senin (25/10/2021).

Walaupun keterisian BOR di Kota Pekalongan sudah mulai kosong, namun saat ini status PPKM nya masih level 3. Menurutnya, hal ini dikarenakan bukan karena meningkatnya jumlah kasus Covid-19, melainkan belum tercapainya cakupan jumlah vaksinasi sesuai target yang telah ditetapkan.

"Saya meminta, syarat wajib untuk sekolah bisa melakukan PTM adalah semua guru, komite, hingga murid khususnya pelajar berusia 12 tahun ke atas sudah harus divaksin. Hal ini dilakukan untuk membentuk kekebalan kelompok dalam membentengi diri, menghadapi kemungkinan munculnya gelombang varian baru virus Covid-19," ujarnya.

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan menyebutkan, saat ini untuk vaksinasi bagi pelajar di Kota Pekalongan capaiannya masih sekitar 70 %, sehingga PTM yang sudah berjalan tidak bisa digelar 100 %, hanya bisa dilakukan shifting.

Pihaknya mendorong, agar masyarakat maupun siswa yang sudah memenuhi syarat divaksin dan tidak memiliki gangguan kormobit bisa turut melakukan vaksinasi, agar PTM di Kota Pekalongan bisa berjalan sukses dan cakupan vaksinasi di Kota Pekalongan segera tercapai. Sehingga Kota Pekalongan bisa kembali turun level ke Level 2 maupun Level 1.

"Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan sudah mulai kondusif, kondisi ini tidak membuat kita semua abai atau lalai terhadap protokol kesehatan secara ketat. Pasalnya, di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Indonesia, bahkan di Eropa ini masih ada kasus dan masih ada beberapa diantaranya meningkat. Perjuangan kita dalam melawan pandemi ini belum berakhir, tetap patuhi prokes secara ketat dan ikut mendorong tersuksesnya program vaksinasi dari pemerintah, agar jika semua kondisinya sudah kondusif, maka mudah-mudahan PTM di Kota Pekalongan bisa segera terselenggara 100 persen.

"Kami juga meminta para guru dan komite, bisa menjadi contoh dan pelopor kepatuhan prokes di lingkungan sekolah masing-masing kepada peserta didiknya agar tidak ada klaster baru di penyelenggaraan PTM ini," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved