Breaking News:

Garuda Indonesia dalam Kondisi Sangat Sulit, Isu Pelita Air Tak Ganggu Restrukturisasi Utang

wacana Pelita Air yang akan menggantikan Garuda Indonesia sebagai flag carrier sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah

Editor: Vito
tribunjateng/hermawan handaka/dok
ilustrasi - Beberapa pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng 

TRIBUN JATENG.COM, JAKARTA - Kabar mengenai maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang akan digantikan oleh Pelita Air Service ramai menjadi perbincangan. 

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Irfan Setiaputra mengakui, saat ini maskapai yang dipimpinnya sedang dalam kondisi sangat sulit. Karena itu, seluruh manajemen dan pemerintah saat ini sedang berusaha keras melakukan restrukturisasi utang.

"Selama 24 jam upaya ini (restrukturisasi utang-Red) terus dilakukan oleh manajemen, pemegang saham, komisaris dan para adviser," jelasnya.

Terkait dengan wacana Pelita Air yang akan menggantikan Garuda Indonesia sebagai flag carrier, Irfan menyebut, hal itu sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah apabila nantinya restrukturisasi dan negosiasi Garuda Indonesia tak berhasil dilakukan, pemerintah bisa membesarkan Pelita Air sebagai maskapai yang melayani penerbangan berjadwal.

"Itu bentuk tanggung jawab pemerintah apabila restrukturisasi gagal pemerintah bisa membesarkan Pelita, tapi kalau enggak gagal ya jalan terus (Garuda-Red)," tukasnya.

Meski isu Pelita Air bakal menggantikan Garuda belakangan ini, Irfan memastikan hal tersebut tidak akan menganggu upaya restrukturisasi yang sedang dilakukan pihaknya.

"Jadi jangan disangkutpautkan bahwa kalau Pelita itu mengganggu konsentrasi kami dalam melakukan restrukturisasi Garuda, enggak sama sekali," tandasnya.

Adapun, Pelita Air Service telah mengantongi izin usaha penerbangan komersial. Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati membenarkan surat izin usaha sudah dikeluarkan untuk Pelita Air. "Ya (surat izin sudah keluar-Red)," katanya, saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (27/10).

Menurut dia, Pelita Air sudah mengantongi sertifikat standar angkutan udara niaga berjadwal. Sertifikat tersebut berfungsi untuk melakukan operasional penerbangan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto menuturkan, Pelita Air Service sudah memiliki sertifikat standar yang diterbitkan oleh Online Single Submission Risk Based Approach.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved