Breaking News:

Berita Jateng

Gempa Susulan di Salatiga Masih Terjadi, Ini Analisis Ahli Geologi

Gempa di Salatiga dan wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang yang masih terus terjadi dikategorikan gempa jenis gempa swarm.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Warga di Desa Gempol RT 05 / RW 02 Pojoksari, Ambarawa, Kabupaten Semarang, sebagian masih terlihat menempati tenda darurat yang di pasang warga, Minggu (24/10/21). Setidaknya hari ini terjadi gempa susulan sebanyak 8 kali. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Gempa di Salatiga dan wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang yang masih terus terjadi dikategorikan gempa jenis gempa swarm.

Meskipun memiliki kekuatan magnitudo yang kecil tetapi masyarakat tetap harus mewaspadainya.

Pihak BMKG mencatat sudah ada sedikitnya 34 kali gempa di wilayah Ambarawa dan Salatiga. 

Ahli Geologi Struktur Unsoed, Dr. Ir. Asmoro Widagdo mengatakan penyebab gempa swarm berkaitan dengan transpor fluida, atau migrasi magma.

Lokasinya sendiri dekat Rawa dan berada di daerah Vulkanik dan gunung api.

"Jadi batuan dasar di situ adalah gunung api, ada aktivitas magma, perpindahan magma dan tranpor fluida.

Sehingga adanya perubahan batuan-batuan dan aktifitas magma serta mengalami rekahan-rekahan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (26/10/2021). 

Gempa di Ambarawa akan masih sering terjadi sampai keadaan dibawah sekitar dapur magma stabil.

"Nanti akan berhenti sendiri dan memang butuh waktu.

Mungkin perlu waktu dan daerah gunung api sekitar situ perlu diidentifikasi dari gunung api yang mana," terangnya. 

Ia menerangkan, Gempa Swarm memiliki karakteristik bisa diawali dari yang lebih besar, di awal atau bisa juga diawali dengan gempa kecil-kecil dahulu. 

"Jadi magma di bawah bergerak terus dan gerakan itu menimbulkan rekahan-rekahan yang menimbulkan seperti gempa-gempa itu," imbuhnya. 

Pihaknya berpesan agar masyarakat selalu waspada dan kalau memungkinkan mencari tempat yang lebih aman dan keluar dari zona vulkanik. 

Analisa zona vulkanik dapat dilihat dari tubuh gunung apinya, apakah ada runtuhan dan dimana lokasi dan persebarannya.

Dari situlah maka akan bisa diinterpretasi, apakah masuk zona waspada atau tidak, sehingga masyarakat supaya mengamankan diri. (Tribunbanyumas/jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved