Breaking News:

Berita Kudus

Majelis Hakim Tunjuk Hakim Mediasi dalam Perkara Dugaan Dibobolnya Uang Nasabah Mandiri Rp 5,8 M

Ziyad sebagai mediator dalam perkara perdata dugaan dibobolnya uang nasabah Bank Mandiri.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Majelis Hakim Tunjuk Hakim Mediasi dalam Perkara Dugaan Dibobolnya Uang Nasabah Mandiri Rp 5,8 M
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Sidang perdana dugaan pembobolan uang nasabah Bank Mandiri di Pengadilan Negeri Kudus, Rabu (27/10/2021).

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Majelis hakim Pengadilan Negeri Kudus menunjuk hakim mediasi Ziyad sebagai mediator dalam perkara perdata dugaan dibobolnya uang nasabah Bank Mandiri senilai Rp 5,8 miliar.

Penunjukan tersebut berlangsung saat sidang pertama yang berlangsung Rabu (27/10/2021).

Sidang dengan agenda penunjukan hakim mediasi tersebut dipimpin oleh hakim ketua Ahmad Bukhori kemudian hakim anggota Galih Bawono dan Rudi Hartoyo.

Dalam persidangan tersebut juga dihadiri kuasa hukum penggugat maupun tergugat.

Kuasa hukum penggugat, Musafak mengatakan, pihaknya ingin perkara ini selesai secara mediasi. Dia juga meminta agar pihak Bank Mandiri sebagai tergugat mengakui jika ada kesalahan.

"Minta Bank Mandiri buka-bukaan data. Apakah ada kesalahan. Ketika ada kesalahan harus mengakui. Kalau ada kesalahan harus mengganti," kata Musafak.

Kemudian, lanjut Musafak, sebelumnya pihaknya juga telah melayangkan somasi. Namun, setelah pihaknya mengajukan gugatan, somasi tersebut baru mendapat jawaban.

"Jawaban dari Bank Mandiri itu akan mengikuti proses hukum," kata dia.

Selepas penunjukan hakim mediasi, kuasa hukum penggugat maupun tergugat sempat bertemu dalam satu ruangan.

Kata Musafak, dalam pertemuan tersebut membahas terkait solusi terbaik antarkedua pihak yang sedang berperkara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved