Breaking News:

Guru Berkarya

Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar lewat Scramble

Proses pembelajaran adalah unsur penting dalam peningkatan kualitas pendidikan terutama dalam jenjang pendidikan dasar.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Kharifatu Rosida SPd, Guru SDN Pesalakan 01 Kec Bandar Kab Batang 

Oleh: Kharifatu Rosida SPd, Guru SDN Pesalakan 01 Kec Bandar Kab Batang

PROSES pembelajaran adalah unsur penting dalam peningkatan kualitas pendidikan terutama dalam jenjang pendidikan dasar. Proses pembelajaran yang sentralistik menjadi salah satu faktor penting penyebab kejenuhan dalam belajar bagi peserta didik.

Guru sebagai pendidik seharusnya mengetahui keinginan peserta didiknya dengan tidak menerapkan metode pembelajaran yang seadanya. Kadang kala, guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kurang kreatif untuk melibatkan peserta didiknya, baik secara individual maupun kolektif atau bersama-sama.

Hal tersebut menjadi persoalan yang kerap ditemui dalam dunia pendidikan termasuk pada proses pembelajaran kelas 5 SDN Pesalakan 01 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Kurangnya pengetahuan tentang pembelajaran kolektif kolegial atau kerjasama dalam kelas bagi seorang pendidik, kadang harus mengorbankan hak peserta didik untuk mendapatkan pembelajaran yang menarik.

Peserta didik dituntut untuk mengikuti alur pembelajaran yang didesain konvensional oleh seorang pendidik yang “egois”, dengan alur membaca, mendengar, merangkum dan menghafal atau mengerjakan tugas. Bahkan lebih ekstrim lagi ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran dengan metode catat di papan lalu tinggal pergi dan kembali ke kelas dalam jangka waktu yang lama.

Hal tersebut sangat merugikan peserta didik yang mengharapkan pembelajaran secara kolektif kolegial dalam kelas. Pentingnya pelibatan peserta didik lain dalam pembelajaran akan dapat menimbulkan semangat dalam belajar peserta didik.

Mengelompokkan peserta didik dalam sebuah kerjasama akan menstimulan peserta didik untuk berbagi pendapat dan pengalaman dalam belajar. Suryosubroto (1997: 179), diskusi adalah suatu percakapan ilmiah oleh beberapa orang yang tergabung dalam satu kelompok, untuk saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersama-sama mencari pemecahan mendapatkan jawaban dan kebenaran atas suatu masalah.

Diskusi kelompok merupakan suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan atau pemecahan masalah. Oleh karena itu pentingnya penggunaan metode kerjasama atau diskusi dalam pembelajaran untuk mengkondisikan kelas dan melatih peserta didik mengungkapkan pendapatnya.

Model pembelajaran kooperatif yang menghibur dan menyenangkan perlu dihadirkan. Di antaranya adalah model pembelajaran Scramble atau susunan huruf, kata dan kalimat.

Scramble merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan konsentrasi dan kecepatan berpikir peserta didik. Selain itu, model pembelajaran Scramble juga dapat mendatangkan permainan dalam proses pembelajaran. Hesti Damayanti (2010:3-4) menambahkan scramble adalah model pembelajaran yang menggunakan penekanan latihan soal yang dikerjakan secara berkelompok yang memerlukan adanya kerjasama antar anggota kelompok dengan berfikir kritis sehingga dapat lebih mudah dalam mencari penyelesaian soal.

Penulis menerapkan model pembelajaran Scramble pada mata pelajaran matematika dalam materi menghitung volume bangun ruang. Tahapannya model pembelajaran scramble yaitu guru membuat kartu soal sesuai materi yang diajarkan, sambil membuat kartu jawaban dengan diacak nomernya.

Kemudian guru menyampaikan materi pembelajaran dan diikuti membagikan kartu soal pada kelompok yang telah dibentuk secara heterogen dan kartu jawaban. Kelompok mengerjakan soal disusul dengan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok.

Pada akhir pembelajaran, guru bersama peserta didik membuat simpulan dan pemberian refleksi sebagai penguatan materi yang telah dibahas dan disusul dengan melakukan evaluasi. Terjadi peningkatan yang sugnifikan setelah mengaplikasikan model ini terhadap minat dan hasil belajar peserta didik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved