Breaking News:

Berita Batang

Penjualan Kopi Lesu, KUB Batang Coffee Lebarkan Sayap ke Produk Camilan

Berbagai cara dilakukan para pengusaha untuk tetap bertahan di masa pandemi Covid-19. Produk camilan dilirik sebagai alternatif mencari pendapatan.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Berbagai cara dilakukan para pengusaha untuk tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan para pelaku usaha kopi di Kabupaten Batang yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batang Coffee yang melebarkan sayap dengan merambah ke produk camilan.

Berbagai produk camilan yang telah diproduksi KUB Batang Coffee diantaranya emping mlinjo, keripik pare, keripik tempe, jamur krispi.

Baca juga: Meski Sudah Tidak Terjadi Gempa Susulan di Kabupaten Semarang dan Salatiga, BPBD Tetap Siaga

Baca juga: Mulai Musim Penghujan, Pompa Air di Underpass Prupuk Tegal Dipastikan Berfungsi Baik

Baca juga: Ajang Car Free Day di Purwokerto Masih Ditunda, Kadinhub: Aturan dari Pemerintah Pusat Belum Ada

"Jadi memang KUB Batang Coffee ini awalnya hanya bergerak di bidang kopi,nah masa pandemi dunia perkopian lesu penjualan menurun drastis sehingga kami mencari ide agar tetap bisa bertahan, muncullah beberapa ide produk camilan," tuturnya saat ditemui, Rabu (27/10/2021).

Baru melebatkan sayap sekitar tiga bulan, lanjut dia produk camilan KUB Batang Coffee cukup laris di pasaran.

Bahkan saat ini sudah memiliki pelanggan tetap dari Bali, Bekasi, Kediri dan Banten.

"Alhamdulillah respon pasar pada produk kami antusiasnya cukup tinggi, untuk emping mlinjo sudah ada pelanggan tetap misalnya di Bali itu kami kirim sekitar 5 kwintal dalam sepekan, untuk lainnya kami masih lokal Jateng dan toko oleh-oleh tapi insyaallah mau merambah ke DKI Jakarta," jelasnya.

Dalam KUB Batang Coffee sendiri, tergabung 10 UMKM dimana mereka memiliki bagian tersendiri.

"Kalau anggota ada 10 pelaku UMKM, yang terpenting dari sini adalah bisa bersatu dan bertahan di masa pandemi, Alhamdulillah mengalir dan hasilnya cukup bagus," imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengangkat produk kopi lokal dengan barbagai upaya penjualan offline maupun online.

"Untuk kopi kami tetap jalankan, kami juga jual online, selain itu juga produk kopi kami telah di jual di minimarket,"pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved