Berita Kendal

SKK Migas: 2 Proyek Besar Ditarget Penuhi Kebutuhan Gas Kawasan Industri Batang dan Kendal

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan dua proyek besar ditargetkan bisa berproduksi pada 2021

mamdukh ap
Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof Agung Wibowo (kanan) memberikan kenang-kenangan kepada Kepala Departemen Humas SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Indra Zulkarnaen yang memberikan kuliah umum di FT Undip 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan dua proyek besar ditargetkan bisa berproduksi pada 2021 ini.

Dua proyek tersebut yakni di Jambaran Tiung Biru (JTB) oleh Pertamina EP Cepu dan Proyek Husyky-CNOOC Madura Limited (HCML) di Selat Madura.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Indra Zulkarnaen menuturkan, tahun ini SKK Migas memiliki beberapa kegiatan untuk meningkatkan produksi gas bumi di Jabanusa, khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Kami menargetkan produksi pada 2021. Sehingga 2022 bisa memenuhi demand (permintaan) gas untuk kebutuhan di Jateng dan Jatim," katat Indra saat mengisi kuliah umum di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) yang dilaksanakan secara hybrid, Selasa (26/10/2021).

Dua potensi sumber daya terhadap pemenuhan gas tersebut, lanjutnya, bisa memenuhi Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal yang diyakini akan terus berkembang dan tumbuh.

Distribusi ke dua kawasan industri tersebut akan disalurkan oleh Pertagas melalui pipa Gersem (Gresik-Semarang).

Menurutnya, saat ini produksi gas bumi lebih tinggi dibandingkan permintaan. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan minyak.

Oleh karena itu, pihaknya sedang mencari pasar dalam negeri agar bisa memanfaatkannya.

"Prediks kami ada kelebihan suplai gas bumi pada 2022, ada oversupply. Karena itu, kami sedang mencari market selain kawasan industri di Kendal dan Batang," jelasnya.

Ia menambahkan, secara nasional kebutuhan minyak di negeri ini 1,6  juta barel minyak perhari. Sedangkan produksi 680 ribu barel perhari.

Artinya, masih ada kekurangan kebutuhan sekitar 900 ribu barel perhari yang dipenuhi melalui skema impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sedangkan, target produksi di Jabanusa adalah 260 ribu barel minya perhari atau sekitar 35 persen dari produksi minyak nasional.

Sementara, target gas bumi Jabanusa hampir 700 juta standar kaki kubik perhari atau setara 9,0 persen dari target produksi gas nasional.

Adapun terkait kuliah umum bersama SKK Migas, Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof Agung Wibowo menuturkan, kegiatan tersebut mampu memberikan pengetahuan kepada mahasiswa terkait industri hulu migas.

"Ini sesuai dengan tridarma perguruan tinggi, ada pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. Serta sesuai visi FT Undip yakni unggul berbasis riset," ucapnya.

Nantinya, mahasiswa bisa mengambil pembelajaran di luar program studi selama 3 semester dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Misalnya, dengan magang di industri hulu migas.(mam)

Baca juga: 17 Quotes Sumpah Pemuda Soekarno, Tan Malaka hingga Soe Hok Gie

Baca juga: FEB Unsoed Purwokerto Selenggarakan 11th SCA Sustainable Competitive Advantage

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal Saat Ini Hampir 37 Persen, Hendadi: Kami Kejar Target

Baca juga: Cuplikan Gol Arthur Bonai Saat Bhayangkara FC Imbang 1-1 dengan Borneo FC Liga 1 2021

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved